Bagikan:

JAKARTA – Data rahasia milik Apple, Nvidia, dan Tesla diduga bocor. Hal ini diduga terjadi karena masalah keamanan data yang dialami oleh Luxshare, salah satu pemasok utama perangkat keras global.

Dugaan kebocoran ini sangat berbahaya karena menyerang Kekayaan Intelektual (KI) yang merupakan aset digital paling berharga saat ini. Penyerang mengancam akan membocorkan skema desain sensitif serta dokumentasi teknik jika uang tebusan tidak segera dibayarkan.

Menurut CEO Keeper Security, Darren Guccione, dampak dari terungkapnya data desain ini jauh lebih merusak dibandingkan dengan sekadar gangguan operasional perusahaan. Hal ini dapat memicu produksi barang palsu yang merusak kompetitif dalam jangka panjang.

"Kekayaan Intelektual (KI) kini menjadi salah satu aset digital paling berharga, dan paling sering menjadi target, yang dimiliki suatu organisasi," kata Guccione dalam keterangan yang VOI terima, dikutip pada Kamis, 22 Januari.

Guccione menjelaskan bahwa data desain yang telah dicuri tidak dapat diatur ulang seperti mengganti kata sandi. Saat informasi manufaktur rahasia tersebar, kerugian komersial dan risiko keamanan nasional akan dihadapi ketiga perusahaan besar tersebut.

Serangan ransomware modern kini memang bergeser dari sekadar enkripsi sistem menjadi pemerasan lewat pengungkapan data rahasia. Kerusakan utama tetap akan terjadi meski perusahaan berhasil memulihkan akses sistem mereka dari penguncian peretas.

Pihak Keeper Security menekankan pentingnya penguatan keamanan identitas untuk mencegah akses tidak sah ke akun-akun sensitif. Perusahaan manufaktur besar harus lebih ketat dalam mengontrol akses pihak ketiga serta otomatisasi API yang terhubung dengan data penting.