Bagikan:

JAKARTA - Apple Car ternyata bukan mitos urban Silicon Valley. Ia nyata, mahal, ambisius, lalu dikubur rapi. Fakta itu justru bocor bukan dari Apple, melainkan dari Airbnb — sebuah plot twist yang bahkan penulis skenario HBO pun mungkin angkat alis.

Kepastian itu muncul dari pengumuman internal Airbnb soal CTO barunya, Ahmad Al-Dahle. Dalam bio resmi yang dikirim ke karyawan, Airbnb tanpa tedeng aling-aling menyebut Al-Dahle sebagai pendiri dan pemimpin grup teknologi otonom Apple sejak 2014, yang bertanggung jawab atas sistem AI inti untuk proyek mobil tanpa pengemudi Apple. Satu kalimat, efeknya seperti menjatuhkan baut 12 inci ke lantai ruang rapat Apple Park.

Apple sendiri, konsisten dengan tradisinya, tetap bungkam. Tidak ada klarifikasi, tidak ada pengakuan, tidak ada “one more thing”. Padahal proyek ini diyakini berjalan lebih dari satu dekade, melibatkan ribuan insinyur, ratusan paten, dan dana yang angkanya lebih cocok disebut “astronomis” ketimbang “miliaran”.

Jejak Apple Car sebenarnya terlalu besar untuk disembunyikan. Paten-paten dengan gambar mobil, sistem suspensi, hingga sinyal lampu sein sudah lama berseliweran. Izin uji kendaraan otonom juga bukan fiksi. Sejak 2017 Apple mengantongi izin pengujian di jalan umum, dan pada 2024 tercatat memiliki lebih dari 200 pengemudi terdaftar, sebelum semuanya dibatalkan. Itu sinyal penutup yang paling jujur: proyeknya dihentikan.

Secara bisnis, Apple Car adalah kegagalan. Apple mencoba membuat mobil dan gagal merilisnya. Tapi konteksnya penting. Hampir semua pemain besar di industri ini juga gagal mencapai janji “full self-driving”. Tesla masih menjanjikan masa depan yang selalu setahun lagi, berulang seperti episode sinetron. Di sisi lain, Apple memilih berhenti sebelum janji berubah jadi beban hukum.

Yang menarik, kegagalan ini bukan lubang hitam. Investasi Apple di proyek mobil justru menyuburkan banyak teknologi yang kini dinikmati pengguna. Riset AI, sensor, efisiensi prosesor, manajemen panas, hingga integrasi sistem real-time lahir dari kebutuhan ekstrem kendaraan otonom. Lingkungan mobil tanpa pengemudi adalah neraka bagi AI: semua harus instan, akurat, dan tidak boleh salah, bahkan sekali.

Warisan itu terlihat jelas di CarPlay generasi terbaru dan Apple Intelligence. Sistem yang mampu membaca konteks, memproses data paralel supercepat, dan mengutamakan keselamatan bukan muncul dari ruang hampa. Apple Car mungkin tidak pernah sampai ke garasi, tapi DNA-nya sudah parkir di iPhone, iPad, dan Mac.

Ironinya, konfirmasi paling gamblang datang dari perusahaan lain yang mungkin tidak terlalu peduli pada NDA Apple. Airbnb hanya ingin memperkenalkan CTO baru. Tanpa sengaja, mereka menutup debat panjang tentang “apakah Apple Car pernah ada”.

Jawabannya kini sederhana: ada. Apple mencobanya. Apple gagal. Lalu Apple memanen ilmunya, seperti biasa. Di Cupertino, kegagalan bukan akhir cerita — ia hanya R&D yang terlalu ambisius untuk diberi panggung.