Bagikan:

JAKARTA- Rumor soal iPhone generasi 2026 mulai mengeras. Seorang analis pasar teknologi, Jeff Pu, mengklaim telah mengantongi spesifikasi lengkap iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, hingga iPhone Fold yang disebut-sebut akan meluncur bersamaan pada September 2026. Klaim ini menambah panas spekulasi soal arah baru Apple, termasuk potensi debut iPhone layar lipat yang sudah lama dinanti.

Dalam catatan riset terbarunya yang dikutip VOI dari 9to5Mac, Pu menyertakan tabel spesifikasi internal untuk lini iPhone premium Apple tahun depan. Meski laporan tersebut dibungkus sebagai proyeksi kinerja Apple pada 2026, bagian paling menyita perhatian justru detail teknis perangkat yang disebut akan menjadi andalan Apple di tengah pasar smartphone global yang diprediksi menyusut sekitar 4%.

Pu memperkirakan Apple justru akan mencuri momentum. Ia memprediksi pengiriman iPhone tumbuh 2% menjadi sekitar 250 juta unit pada 2026, yang berpotensi mendongkrak pangsa pasar Apple menjadi 21%. “Apple diperkirakan akan terus menambah pangsa pasar di tengah pasar ponsel yang melemah,” tulis Pu dalam catatannya.

Untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, bocoran spesifikasi terbilang konservatif. Keduanya disebut akan meluncur pada 26 September 2026, masing-masing dengan layar 6,3 inci dan 6,9 inci. Dapur pacu ditenagai chip A20 Pro berbasis proses N2, dengan konfigurasi WMCM, serta RAM LPDDR5 12GB. Kamera depan diklaim naik ke 18 MP dengan lensa 6P, sementara kamera belakang mengusung sensor utama 48 MP dengan lensa 7P dan dukungan kamera periskop 48 MP.

Dari sisi desain, Pu menyebut iPhone 18 Pro masih mempertahankan Face ID, namun dengan Dynamic Island yang lebih kecil. Material bodinya disebut menggunakan aluminium, dengan modem C2 generasi terbaru.

Sorotan utama tentu jatuh pada iPhone Fold. Menurut Pu, perangkat ini akan hadir dengan layar lipat model book-style, layar utama 7,8 inci saat dibuka dan layar luar 5,3 inci. Menariknya, iPhone Fold dikabarkan tidak memakai Face ID, melainkan Touch ID, sebuah keputusan yang langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat Apple.

“IPhone Fold akan menggunakan Touch ID, dengan material kombinasi titanium dan aluminium,” tulis Pu. Perangkat ini juga disebut memakai chip A20 Pro dan RAM 12GB, dengan kamera depan 18 MP baik dalam kondisi terlipat maupun terbuka.

Meski begitu, tidak semua pihak langsung menelan mentah-mentah klaim ini. Pu dikenal sebagai analis yang kerap agresif dalam timeline dan asumsi, dan rekam jejaknya tidak selalu akurat. Karena itu, bocoran ini dinilai masuk kategori “possible”, alias masuk akal namun belum bisa dipastikan.

“Tidak ada yang terlalu mengejutkan dari spesifikasi iPhone 18 Pro. Fokusnya jelas pada peningkatan chipset,” tulis laporan tersebut. Untuk iPhone Fold, bentuk akhir perangkat masih dianggap tanda tanya besar, mengingat Apple dikenal sering mengubah arah desain di tahap akhir pengembangan.

Apple sendiri biasanya sudah mengunci lini produk musim gugur sejak awal tahun. Jika iPhone Fold benar-benar akan meluncur, konfirmasi dari rantai pasok bisa muncul kapan saja. Bocoran lanjutan juga dinilai krusial untuk memastikan apakah Apple benar-benar akan beralih ke siklus rilis dua kali setahun, dengan model Pro di musim gugur dan model lebih terjangkau di musim semi.

Untuk saat ini, satu hal jelas: rumor iPhone 18 dan iPhone Fold sudah masuk fase serius. Tinggal menunggu apakah Apple akan menepati ekspektasi, atau kembali membuat semua analis, termasuk Jeff Pu, harus menarik napas dan berkata, “Ya, Apple memang suka kejutan."