Bagikan:

JAKARTA – Layanan satelit dari Amazon mengalami perubahan nama. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa Proyek Kuiper, pesaing Starlink, kini resmi berubah nama menjadi Amazon Leo. 

Proyek Kuiper dimulai tujuh tahun yang lalu. Amazon mengatakan bahwa nama ini terinspirasi dari Sabuk Kuiper, cincin asteroid yang berada di tata surya terluar. Meski awalnya hanya berupa desain konseptual di atas keras, nama ini akhirnya dipertahankan. 

Selama menggunakan nama tersebut, Amazon berhasil melalui berbagai pencapaian penting. Beberapa pencapaian tersebut di antaranya adalah penerimaan lisensi awal, penandatanganan kontrak peluncuran terbesar dalam sejarah perusahaan, dan keberhasilan misi prototipe.

Setelah melalui banyak pertimbangan, Amazon akhirnya memilih nama Leo. Makna dari nama ini sederhana karena diambil dari salah satu konstelasi satelit, yakni Orbit Rendah Bumi (LEO). Konstelasi ini dipilih sebagai tempat peluncuran Proyek Kuiper sebelumnya. 

"Sekarang, kami siap untuk membagikan merek permanen kami untuk program ini: Amazon Leo, penghormatan sederhana kepada konstelasi satelit orbit Bumi rendah yang menggerakkan jaringan kami," kata Amazon, dilansir dari situs resminya pada Jumat, 14 November. 

Meski berubah nama, misi jangka panjang Amazon tidak berubah. Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa program satelit komunikasinya terus berjalan pesat, bahkan menjadi pesaing kuat dari Starlink yang kini memiliki lebih dari 8.000 satelit. 

Amazon telah menciptakan terminal pelanggan yang sangat canggih, termasuk antena array bertahap komersial pertama yang mampu mendukung kecepatan gigabit. Pencapaian teknologi ini sangat penting untuk memberikan kecepatan dan keandalan kepada pengguna akhir.

Saat ini, Amazon telah memiliki lebih dari 150 satelit yang beroperasi di orbit. Sejumlah pelanggan dan mitra terkemuka yang menggunakan layanan ini adalah JetBlue, L3Harris, DIRECTV Latin America, Sky Brasil, dan NBN Co. di Australia.

"Kami terus membangun konstelasi satelit awal kami dengan cepat." ujar Amazon. "Kami akan mulai meluncurkan layanan setelah kami menambahkan lebih banyak jangkauan dan kapasitas ke jaringan untuk memastikan pengalaman terbaik bagi pelanggan."