Bagikan:

JAKARTA - Tidak hanya Indonesia, negara-negara di seluruh dunia, termasuk di kawasan Asia, kini mulai menunjukkan peran strategis dalam membentuk ekosistem digital Indonesia.

Salah satunya datang dari Taiwan, yang membawa berbagai inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud), dan keamanan siber untuk memperkuat fondasi transformasi digital nasional melalui Taiwan Pavilion.

Pertama kali berpartisipasi dalam Indonesia Technology & Innovation Expo (INTI) 2025, kehadiran Taiwan Pavilion menjadi tonggak penting dalam kolaborasi teknologi Taiwan–Indonesia.

Melalui pendekatan berbasis AI, cloud, dan keamanan siber, sejumlah perusahaan teknologi asal Taiwan menawarkan solusi konkret untuk memperkuat infrastruktur digital nasional yang tengah berkembang pesat.

Di sektor publik dan ritel, perusahaan Taiwan, Seeulair dan Himax memperkenalkan sistem AI interaktif dan pengenalan biometrik berbasis urat telapak tangan untuk layanan pelanggan, keamanan, dan analisis perilaku yang mungkin diimplementasikan di Indonesia.

Sementara di bidang infrastruktur digital, Ambedded, Edgecore, dan D-Link Indonesia menampilkan solusi cloud dan edge computing untuk mendukung pengelolaan big data, pusat data lokal, hingga konektivitas antarwilayah. Teknologi ini cocok untuk mendorong visi pemerintah dalam kedaulatan data.

Fokus lain datang dari keamanan siber, di mana Lydsec dan UniXecure memperkenalkan pendekatan Zero Trust dan autentikasi multifaktor (MFA) untuk melindungi transaksi digital dari ancaman siber yang semakin canggih.

"Kolaborasi antar perusahaan ini menunjukan pendekatan strategis Taiwan dalam menawarkan ekosistem cloud dan jaringan yang terbuka, efisien, dan mudah ditingkatkan. Dan, siap mendukung sektor pendidikan, manufaktur, dan pemerintahan Indonesia," ujar Shirley Liang, Project Manager TAITRA.