Harap Sabar, Bos IBM Konfirmasi Kelangkaan Chip Masih Berlangsung hingga 2022
Semikonduktor (Digital Trends)

Bagikan:

Dalam wawancara dengan BBC, presiden IBM Jim Whitehurst mengingatkan bahwa kelangkaan semikonduktor bisa berlangsung beberapa tahun lebih panjang. Pernyataan sama sudah dilontarkan oleh Nvidia dan Intel, yang lebih dulu menyadari adanya gangguan rantai distribusi chip semikonduktor akibat COVID-19.

Bahkan ketika dunia mulai menerima vaksin, serta nuansa normal yang mulai dirasakan kembali di beberapa negara, industri semikonduktor tetap akan mengalami perubahan. Setidaknya selama beberapa tahun.

“Akan ada jeda yang cukup panjang antara saat teknologi dikembangkan, saat mulai diproduksi masal, serta saat chip mulai diluncurkan,” terang Whitehurst.

Memang, IBM baru-baru ini meluncurkan chip berukuran 2nm pertama di dunia. Menjadi standar baru bagi industri semikonduktor. Hanya saja, tampaknya produsen tidak akan segera menerapkan teknologi tersebut.

Menurut Whitehurst, industri perlu mencari cara untuk menggunakan lagi serta memperpanjang umur dari teknologi komputasi yang dikembangkan. Sehingga, kekurangan chip semikonduktor pun bisa teratasi.

Permintaan Semikonduktor Terus Meningkat

Yang menjadi narasi umum, rantai pasokan yang terputus menjadi faktor utama penyebab kelangkaan semikonduktor. Padahal, itu bukanlah satu-satunya. Di sisi lain, lonjakan permintaan juga berperan penting.

Asosiasi Industri Semikonduktor menemukan adanya pertumbuhan pasar yang berlangsung terus-menerus. Berdasarkan catatan asosiasi, pendapatan pada kuartal pertama tahun 2021 melebihi pendapatan kuartal yang sama pada tahun 2020. Margin perbedaan mencapai 17,8 persen.

Sementara itu, temuan International Data Corporation (IDC), pendorong permintaan semikonduktor terbesar adalah sistem komputasi. Kemudian diikui oleh smartphone, kartu VGA, konsol game, laptop, hingga mobil.

Apple, yang sudah lama mengamankan stok chip untuk produknya, tak luput dari tekanan. Mengutip laporan Nikkei Asia pada bulan April lalu, diketahui bahwa Apple menunda proses manufaktur dari produk MacBook Pro dan iPad akibat kekurangan komponen.

Samsung juga mengalami permasalah serupa. Bahkan, Samsung menjelaskannya kendala itu dengan bahasa “ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan yang cukup serius”.

Produksi Chipset yang Terus Ditingkatkan

Kini, semikonduktor memegang peranan penting dalam berbagai teknologi. Mulai dari laptop, smartphone, konsol game, hingga mobil listrik. Tak ayal, kondisi tersebut juga berdampak pada permintaan yang semakin meningkat.

Di tengah kondisi tersebut, pemimpin Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. Mark Liu menyatakan bahwa pihaknya sudah berupaya memproduksi sebanyak mungkin chip. Langkah ini diambil usai dirinya mengetahui kondisi kelangkaan chip yang sedang berlangsung secara global.

“Hari ini hingga dua bulan ke depan, menurut penghitungan kami, kami bisa mengejar persyaratan minimum untuk pelanggan kami pada akhir Juni,” terangnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Liu memperkirakan bahwa kelangkaan semikonduktor baru bisa diatasi pada akhir tahun ini atau awal tahun 2022. Pasalnya, ada jeda waktu yang cukup lama, akibat rantai pasokan chip yang panjang dan rumit.

Seperti diketahui, akibat kelangkaan chipset, sejumlah perangkat komputasi mengalami kenaikan harga. Mulai dari laptop, smartphone, dan masih banyak lagi.

Industri dan pengamat berhasil mengidentifikasi beberapa penyebab kelangkaan. Hanya saja, masih butuh waktu yang cukup lama agar kelangkaan tersebut bisa diatasi.