JAKARTA – Fitur terjemahan audio secara real-time, yang Apple luncurkan ke AirPods Pro 3, tidak akan tersedia di Uni Eropa. Hal ini terjadi karena Undang-Undang Pasar Digital (DMA) yang ketat.
Fitur ini merupakan bagian dari Apple Intelligence, inovasi Kecerdasan Buatan (AI) yang Apple perkenalkan sejak iOS 18. Fitur terjemahan audio real-time ini sangat berguna untuk mengatasi keterbatasan bahasa.
Apple pun berbaik hati dengan memperluas fiturnya ke perangkat lain seperti AirPods 4 dan AirPods Pro 2. Sayangnya, dukungan AirPods yang semakin luas ini tetap tidak bisa digunakan oleh pengguna di Uni Eropa (UE).
Pengguna di wilayah tersebut atau pengguna dengan ID Apple UE yang sedang berada di negara lain tidak dapat menggunakan fitur tersebut. Fitur ini hanya ditunda peluncurannya hingga Apple mendapatkan izin dari regulator setempat.
Apple secara resmi mengonfirmasi penundaan ini pada halaman yang merincikan fitur-fitur baru di iOS 26. Raksasa teknologi itu menjelaskan bahwa mereka tidak menunda peluncuran fiturnya karena masalah perlindungan data pengguna.
BACA JUGA:
Hal ini hanya didasari kebijakan DMA. Aturan tersebut mengharuskan perusahaan teknologi besar, seperti Apple, memastikan produk dan layanan mereka dapat berinteraksi dengan produk lain. Ini merupakan upaya Komisi Eropa dalam menciptakan persaingan yang lebih sehat.
Ini bukan pertama kalinya Apple menunda peluncuran fitur berbasis AI di Uni Eropa. Tahun lalu, perusahaan tersebut juga menunda beberapa fitur AI. Fitur-fitur tersebut pun baru dapat diakses oleh pengguna Apple di UE pada Maret lalu.
Dengan adanya penundaan ini, para pengguna Apple di Uni Eropa harus lebih bersabar dalam menunggu peluncuran fitur terjemahan langsung di perangkat wearable mereka. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan fitur ini akan dirilis di sana.