Bagikan:

JAKARTA – Perplexity mengajukan diri untuk membeli Chrome, browser populer milik Google. Perusahaan Kecerdasan Buatan (AI) ingin membeli Chrome seharga 34,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp559,9 miliar. 

Angka yang ditawarkan tersebut jauh lebih besar dari valuasi Chrome. Perplexity, mengonfirmasi kepada TechCrunch, mengatakan bahwa mereka telah mengajukan penawaran tersebut. Mereka juga telah mengikuti sejumlah persyaratan penting untuk membeli Chrome. 

Dengan melengkapi syarat yang diperlukan, Perplexity ingin menunjukkan komitmennya dalam menjaga Chromium, mesin pencari di balik Chrome. Perusahaan itu juga berjanji untuk mempertahankan Chrome sebagai sumber terbuka dan terus berinvestasi di dalamnya. 

Dalam penawaran yang diajukan, Perplexity menyatakan bahwa mereka tidak akan mengubah pengaturan bawaan di Chrome. Perplexity juga tidak akan mengganti mesin pencari bawaan Chrome dengan mesin pencari buatan mereka yang berbasis AI. 

Tawaran ini diajukan tanpa diminta oleh pihak mana pun. Perplexity tampaknya ingin mencari celah di saat Google tengah menghadapi permasalahan hukum. 

Beberapa waktu lalu, hakim AS menyatakan bahwa Google bertindak secara ilegal dalam mempertahankan monopoli di mesin pencari daringnya. Departemen Kehakiman AS (DOJ) pun menyarankan Google untuk berpisah dari Chrome agar monopoli teratasi. 

Google menolak keras tawaran tersebut dan berencana melawan putusan hakim. Namun, Perplexity tampak optimistis dengan keputusan yang akan dibuat pengadilan dalam waktu dekat. Menurut juru bicara perusahaan tersebut, syarat penyelesaian kasus monopoli ini akan ditetapkan pada akhir Agustus. 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+