Bagikan:

JAKARTA - Memasuki tahun ajaran baru 2026, Google memperkenalkan serangkaian pembaruan penting pada platform pemrogramannya, Google Colab, khusus untuk pengajar dan mahasiswa di bidang data sains di perguruan tinggi. 

“Kami mengumumkan serangkaian fitur baru di Google Colab yang dirancang khusus untuk para pengajar dan mahasiswa data sains di tingkat pendidikan tinggi. Komunitas akademik memiliki kebutuhan unik terkait platform pemrograman,” kata Google dalam blognya. 

Pertama, Google menghadirkan penawaran langganan Colab Pro gratis selama satu tahun bagi mahasiswa dan dosen di institusi pendidikan tinggi berbasis di Amerika Serikat. 

Dengan akses ke sumber daya komputasi yang lebih kuat, pengguna dapat menikmati pelatihan model yang lebih cepat, analisis data lebih kompleks, dan pengalaman yang lebih lancar saat mengikuti perkuliahan berbasis coding. 

Untuk mendapatkan akses gratis ini, pengguna cukup memverifikasi identitas sebagai mahasiswa atau pengajar melalui halaman pendaftaran khusus di Google Colab.

Selanjutnya, Google juga memperkenalkan Slideshow Mode, fitur yang memungkinkan pengajar mengubah notebook Colab menjadi presentasi interaktif. Mode ini juga mendukung eksekusi kode langsung di dalam tampilan presentasi. 

Dengan demikian, kemampuan ini akan mempermudah demonstrasi konsep, eksperimen langsung, dan diskusi hasil kode tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain. 

Terakhir, menanggapi masukan dari para pengajar, Google kini menyediakan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur AI seperti autocompletion di setiap notebook. 

Dengan pengaturan ini, dosen bisa memastikan seluruh kelas bekerja dalam lingkungan belajar yang seragam dan bebas gangguan.

“Kami percaya fitur-fitur baru ini akan sangat meningkatkan pengalaman belajar dan mengajar data sains di Google Colab,” tutup pengumumannya tersebut.