Bagikan:

JAKARTA – Dua senator Amerika Serikat (AS) mengirimkan surat peringatan kepada CEO NVIDIA, Jensen Huang, menjelang perjalanannya ke China. Dalam surat tersebut, para senator membatasi akses pertemuan Huang.

Pimpinan NVIDIA itu dilarang untuk bertemu dengan perusahaan yang diduga merusak kontrol ekspor chipset AS. Surat ini ditulis oleh Senator Republik, Jim Banks, dan Senator Demokrat, Elizabeth Warren.

Tidak dijelaskan perusahaan apa yang kedua senator itu maksud. Namun, perusahaan-perusahaan yang dilarang ini diduga bekerja sama dengan badan militer atau intelijen Republik Rakyat China (RRC).

Kedua senator itu juga melarang Huang untuk bertemu dengan entitas yang masuk dalam daftar ekspor terbatas AS. Dalam surat tersebut, ditekankan bahwa tindakan Huang yang salah dapat merugikan AS.

"Kami khawatir perjalanan Anda ke RRC dapat melegitimasi perusahaan yang bekerja sama erat dengan militer China atau melibatkan pembahasan celah yang dapat dieksploitasi dalam kontrol ekspor AS," tulis kedua senator tersebut dalam suratnya.

Jensen Huang diketahui mengujungi China pada Jumat, 11 Juli 2025. Sebelum berangkat, Huang sempat bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih. Pertemuan ini dilakukan sehari sebelum ia berangkat ke China.

Tidak diketahui apa yang dibahas oleh Trump dan Huang dalam pertemuan tersebut. Baik NVIDIA maupun Gedung Putih belum memberikan komentar mengenai isu tersebut.