JAKARTA - YouTube kembali mencetak sejarah. Dalam pidatonya pada ajang Cannes Lions International Festival of Creativity pekan lalu, CEO YouTube, Neal Mohan, mengumumkan bahwa fitur video pendek mereka, YouTube Shorts, kini berhasil meraih rata-rata 200 miliar tontonan setiap hari.
Angka yang sangat mengejutkan ini menandai pertumbuhan luar biasa dari fitur yang baru diluncurkan secara global beberapa tahun lalu, dan secara langsung menjadi tantangan serius bagi dominasi TikTok di pasar video pendek.
Pengumuman ini datang di momen spesial saat YouTube merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Selain angka penonton Shorts, Mohan juga memaparkan perkembangan besar lainnya yang terjadi di ekosistem YouTube.
Ia menyebutkan bahwa semakin banyak konten YouTube yang dikonsumsi melalui layar televisi. Bahkan, lebih dari separuh dari 100 channel YouTube terpopuler saat ini justru paling banyak ditonton lewat layar TV, bukan lewat ponsel atau laptop.
Hal ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku menonton, di mana pemirsa kini mulai menjadikan YouTube sebagai alternatif utama hiburan layar lebar di rumah.
Tak hanya itu, YouTube juga mencatat bahwa sekitar satu miliar orang kini menonton podcast setiap bulan di platform tersebut. Dengan jumlah yang begitu besar, YouTube mulai menunjukkan bahwa mereka bukan hanya unggul di konten video panjang, tetapi juga semakin dominan di segmen video pendek dan podcast—dua jenis konten yang sedang naik daun dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk mendukung pertumbuhan Shorts yang luar biasa ini, YouTube akan segera meluncurkan teknologi baru berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Veo 3, sebuah model generatif video dari Google.
BACA JUGA:
Teknologi ini akan tersedia untuk para kreator Shorts pada musim panas tahun ini, dan diyakini akan memungkinkan produksi konten dalam jumlah lebih besar dan waktu yang lebih singkat. Dengan hadirnya Veo 3, YouTube berharap jumlah view Shorts bisa terus meningkat melampaui angka 200 miliar per hari.
Bagi banyak orang, kesuksesan Shorts ini mungkin terlihat mendadak. Namun, semua ini berawal dari langkah strategis YouTube pada tahun 2020. Saat itu, Pemerintah India secara resmi melarang TikTok karena masalah privasi dan keamanan data.
Melihat peluang itu, YouTube langsung merilis Shorts pertama kali di India pada September 2020. Karena memiliki format vertikal yang sama dan kemudahan penggunaan, Shorts langsung diadopsi oleh mantan kreator TikTok dan penggunanya. Dalam waktu singkat, Shorts menyebar ke seluruh dunia dan menjadi fitur utama dalam aplikasi YouTube.
Kini, lima tahun sejak kemunculannya, Shorts telah menjelma menjadi pesaing tangguh bagi TikTok dan Instagram Reels. Dengan dukungan teknologi AI terbaru, jumlah pengguna aktif yang masif, serta integrasi penuh ke dalam ekosistem YouTube yang sudah mapan, Shorts tampaknya siap mengambil alih takhta sebagai raja video pendek global. TikTok pun sebaiknya mulai waspada, karena dominasi mereka di ranah video pendek kini benar-benar terancam.