JAKARTA - Samsung kembali memperkuat posisi lini chipset in-house-nya dengan mengumumkan bahwa Exynos 2500 akan mendukung komunikasi satelit, fitur yang sebelumnya hanya tersedia di lini Galaxy dengan chipset Snapdragon. Hal ini memberi sinyal persaingan serius terhadap dominasi Qualcomm Snapdragon, khususnya dalam fitur konektivitas darurat.
Dukungan ini hadir berkat kerja sama dengan Skylo, penyedia layanan jaringan non-terestrial (NTN) global. Chip Exynos 2500 telah mendapatkan sertifikasi konektivitas satelit dari Skylo, menandai langkah penting Samsung dalam menghadirkan fitur keselamatan kritis ke dalam ponsel flagship mereka.
“Kemitraan Samsung dengan Skylo dibangun di atas standar 3GPP NTN untuk membuka konektivitas di mana saja,” ujar Hui Won Je, Wakil Presiden Tim Pengembangan Modem Samsung Electronics. “Melalui kolaborasi kami di modem Samsung Exynos 5400 dan prosesor Exynos 2500, perangkat mainstream kini dapat terkoneksi ke satelit di area tanpa jaringan seluler, menghadirkan era baru konektivitas di mana pun.”
Kirim Pesan Darurat Tanpa Jaringan
Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim pesan SOS atau darurat bahkan saat berada di luar jangkauan jaringan seluler—mirip dengan yang telah diperkenalkan oleh Apple dan Qualcomm di beberapa model flagship. Kini, Samsung melangkah lebih jauh dengan menyematkan fitur tersebut pada chip buatannya sendiri, bukan hanya mengandalkan Snapdragon.
Exynos 2500 juga merupakan chip 3nm pertama Samsung untuk smartphone. Meski sebelumnya sempat dirumorkan bakal debut di Galaxy S25, masalah yield produksi memaksa Samsung mengandalkan Qualcomm untuk sementara. Namun kini, Exynos 2500 dirumorkan akan digunakan di Galaxy Z Flip 7, sementara Galaxy Z Fold 7 tetap memakai Snapdragon 8 Elite.
BACA JUGA:
Masuknya Exynos 2500 ke pasar dengan fitur konektivitas satelit jelas menjadi tekanan tambahan bagi Qualcomm, yang sudah menghadapi persaingan ketat dari MediaTek, Google (dengan chip Tensor), dan Xiaomi yang juga tengah mengembangkan chipset-nya sendiri.
Jika Exynos 2500 mampu bersaing dalam performa dan efisiensi daya dengan Snapdragon 8 Elite, ini bisa menjadi titik balik Samsung dalam mengandalkan chip buatan sendiri untuk perangkat flagship mereka di masa depan.
Samsung sedang membidik kemandirian chipset dengan gebrakan besar melalui Exynos 2500, sekaligus menawarkan fitur yang esensial dalam kondisi darurat. Qualcomm, waspadalah—kompetisi kini tak hanya soal kecepatan, tapi juga soal menyelamatkan nyawa.