JAKARTA – Setelah meresmikan pusat data AI-Ready pertama di Indonesia, Equinix kini melakukan ekspansi ke Kuala Lumpur, Malaysia. Perusahaan tersebut telah menyelesaikan fase kedua pusat data di negara tersebut.
Disebut sebagai KL1 International Business Exhange (IBC), pusat data ini dikembangkan agar seluruh kawasan ASEAN dapat tetap terhubung dan bertukar data dengan mudah. Selain dua negara yang sudah disebutkan, Equinix juga memiliki pusat data di Filipina dan Thailand.
Dalam fase pembangunan kedua KL1, Equinix menambahkan 450 kabinet untuk memenuhi permintaan infrastruktur digital yang terus meningkat di Malaysia. Dengan penyelesaian fase kedua ini, Equinix ingin menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekosistem digital.
“Kami melihat momentum pertumbuhan yang sangat positif selama satu tahun terakhir, di mana fasilitas kami di Kuala Lumpur dan Johor semakin diminati oleh perusahaan lokal maupun internasional," kata Cheam Tat Inn, Direktur Utama Equinix Malaysia, dalam sebuah keterangan.
BACA JUGA:
Ekspansi pusat data di Malaysia merupakan bagian dari investasi jangka panjang Equinix. Perusahaan itu akan fokus dalam memberdayakan bisnis melalui infrastruktur digital yang andal, ramah lingkungan, serta terhubung secara global berkat cloud.
Equinix percaya bahwa Malaysia dan negara lainnya di ASEAN akan dilirik sebagai pasar potensial sehingga infrastruktur digital yang kuat sangat diperlukan. Jika infrastrukturnya dikembangkan dengan baik, pertumbuhan investasi asing dapat meningkat.
Pihak Equinix menjelaskan bahwa mereka telah menghubungkan KL1 dengan pusat data lainnya, yakni JH1 di Singapura melalui Equinix Fabric. Penghubungan pusat data ini dilakukan untuk membentuk ekosistem digital lintas negara yang lebih kuat.