JAKARTA – ALTO Network mendukung perluasan sistem pembayaran QRIS Merchant Presented Mode (MPM) di Indonesia. Dalam memperluas sistem pembayaran ini, ALTO bermitra dengan Xendit dan Finnet.
ALTO, bersama dua aggregatornya, ingin membangun sistem pembayaran yang inklusif dan efisien berlandaskan teknologi. Sejalan dengan strategi ini, ALTO Network juga mendukung target Bank Indonesia, yakni tercapainya 58 juta pengguna QRIS pada akhir tahun ini.
Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi QRIS per kuartal pertama 2025 telah mencapai 2,6 kali dengan jumlah pengguna sebesar 56,3 juta. Target 58 juta pengguna QRIS diyakini akan tercapai karena volume transaksi QRIS terus tumbuh secara signifikan.
"Kami berupaya memperluas jangkauan layanan QRIS MPM agar semakin mudah diakses oleh merchant di seluruh Indonesia. Kami meyakini bahwa kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembayaran yang kompetitif," kata CEO ALTO Network, Gretel Griselda.
Saat ini, ALTO telah menangani lebih dari 10 juta transaksi QRIS MPM setiap bulannya, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. QRIS MPM memungkinkan pelaku usaha menampilkan kode QR yang dapat dipindai pelanggan secara langsung.
BACA JUGA:
Dengan bermitra bersama Finnet, anak perusahaan Telkom Indonesia, ALTO ingin membangun sistem pembayaran digital yang merata dan berkelanjutann. Harapannya, teknologi ini dapat diperluas ke wilayah Indonesia yang belum terjangkau.
Sementara itu, Xendit akan membantu ALTO dalam menghadirkan integrasi API yang fleksibel, sesuai dengan kebutuhan ekosistem QRIS MPM. ALTO juga berupaya untuk terus meningkatkan sistem keamanan melalui ALTO Fraud Detection System (FDS).
Teknologi ini akan membantu ALTO dalam mendeteksi penipuan. Dengan menggunakan FDS, ALTO berupaya untuk memberikan perlindungan secara menyeluruh terhadap aktivitas transaksi digital yang mencurigakan.