JAKARTA – Perusahaan perlengkapan olahraga asal Jerman, Adidas, mengumumkan bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang telah memperoleh sejumlah data konsumen melalui penyedia layanan pelanggan eksternal. Meski begitu, Adidas memastikan bahwa data yang diretas tidak mencakup kata sandi maupun informasi kartu kredit.
"Kami segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi insiden ini dan meluncurkan investigasi menyeluruh dengan bekerja sama dengan para ahli keamanan informasi terkemuka," ujar Adidas dalam pernyataan resminya pada Jumat 23 Mei.
Data yang diretas disebutkan sebagian besar berupa informasi kontak dari konsumen yang sebelumnya pernah menghubungi layanan pelanggan Adidas.
BACA JUGA:
Adidas juga menyatakan bahwa saat ini mereka sedang dalam proses menginformasikan para konsumen yang kemungkinan terdampak oleh insiden tersebut.
Insiden ini menjadi peringatan bagi perusahaan global mengenai pentingnya pengamanan data, khususnya saat melibatkan pihak ketiga sebagai mitra layanan pelanggan.