JAKARTA - Equinix resmikan pusat data International Business Exchange (IBX) pertamanya di Indonesia, yang diberi nama JK1, melalui kemitraan dengan PT Astra International Tbk (Astra).
Di bangun di kawasan Kuningan, Jakarta, JK menyediakan akses ke ekosistem lokal yang terdiri dari lebih dari 50 layanan cloud, jaringan, dan pertukaran internet.
"Hari ini merupakan mileston yang signifikan bagi Equinix, inagurasi JK1 serta perubahan bisnis internasional pertama kami, atau IBX, data center kami di tengah-tengah Jakarta," kata Jon Lin dalam peluncuran JK1, Kamis, 15 Mei.
JK1 terdiri dari delapan lantai yang pada fase pertama akan menyediakan 550 rak server. Di tahap kedua, JK1 menargetkan kapasitas total mencapai 1.600 rak server, dengan luas ruang kolokasi 5,300 meter persegi saat sepenuhnya rampung.
Jon Lin mengatakan bahwa Equinix telah mengucurkan investasi sebesar 74 juta dolar AS atau sekitar Rp1,184 triliun untuk pembangunan pusat data ini.
"Kalau dari Equinix, dari segi capex investasi kita untuk pasar pertama ini sekitar 38 juta dolar AS. Dan secara total untuk JK1 ini sekitar 74 juta dolar AS, estimasinya," ucap Jon Lin lebih lanjut.
Yang membedakan JK1 dengan pusat data lainnya adalah bahwa JK1 dilengkapi dengan Global Network Services (GNS), yang akan menghubungkan ke semua ekosistem digital pusat data milik Equinix di seluruh dunia.
Sebagai informasi, saat ini, jaringan global Platform Equinix sudah mencakup lebih dari 260 pusat data di 74 kota besar dan 35 negara.
BACA JUGA:
Di Asia-Pasifik, Equinix mengoperasikan 60 pusat data di 16 kota utama di Australia, Tiongkok, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, dan Singapura. Equinix juga mengumumkan ekspansi pasar ke Filipina dan Thailand pada tahun lalu.
Jon Lin juga berharap platform Equinix yang dilengkapi dengan infrastruktur digital yang kuat ini dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung teknologi masa depan seperti Kecerdasan Buatan (AI).
"Dengan platform Equinix yang kaya layanan cloud dan sangat aman, perusahaan di Indonesia dapat membangun jaringan dan layanan data dengan cepat dan dalam skala besar, dengan jangkauan global dan ekosistem digital yang luas," tuturnya.