Bagikan:

JAKARTA - Equinix, perusahaan global penyedia pusat data dan layanan interkoneksi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa industri pusat data global tengah memasuki era keemasan. 

Managing Director Equinix Indonesia, Haris Izmee melihat adanya lonjakan investasi di industri pusat data senilai 734 miliar dolar AS (Rp11,7 triliun) yang diumumkan oleh 20 perusahaan terkemuka sepanjang 2024 dan 2025. 

Melihat fakta tersebut, Haris juga berkomentar kalau di era digital saat ini, pusat data menjadi tulang punggung transformasi digital di berbagai sektor, yang kini menjadi mesin utama yang memproses, menyimpan, dan mengamankan data perusahaan. 

“Pusat data bukan hanya berfungsi sebagai gudang server, melainkan tulang punggung bagi berbagai kemajuan teknologi yang membutuhkan performasi tinggi dan interkonektivitas yang kompleks,” jelas Haris dalam pernyataannya yang diterima VOI, dikutip Selasa, 8 April. 

Tidak hanya itu, Haris juga melihat pertumbuhan pusat data ini turut mendorong permintaan terhadap tenaga ahli di bidang pusat data. Menurutnya, sejak 2024, ada peningkatan kebutuhan keterampilan pusat data sebesar 36 persen dari tahun ke tahun. 

Kondisi ini kemudian menandakan adanya tantangan besar dalam ketersediaan sumber daya manusia yang siap pakai di sektor digital.

Menyadari pentingnya keahlian AI, pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk Digital Talent Scholarship, untuk menciptakan 9 juta talenta digital Tanah Air hingga 2030. 

Untuk membantu upaya pemerintah, Equinix berkomitmen untuk membangun generasi profesional pusat data berikutnya melalui program magang dan pengembangan karier, guna memastikan tersedianya tenaga ahli yang mampu menciptakan infrastruktur tangguh untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Di Equinix, kami terus memperluas ekosistem pusat data secara berkelanjutan dan berkomitmen untuk menciptakan generasi baru tenaga profesional yang akan menjaga dunia tetap terhubung,” tegas Haris.