JAKARTA - Hanya beberapa bulan setelah peluncuran Gemini 2.0, Google kini kembali menghadirkan pembaruan untuk model Large League Model (LLM) mereka, melalui peluncuran Gemini 2.5.
Raksasa penelusuran itu mengklaim bahwa Gemini 2.5 merupakan model pemikir, yang mampu menalar suatu konteks sebelum merespons, sehingga menghasilkan peningkatan kinerja dan akurasi yang lebih baik.
“Dalam AI, kapasitas sistem untuk "bernalar" lebih dari sekadar klasifikasi dan prediksi. Kapasitas ini mengacu pada kemampuannya untuk menganalisis informasi, menarik kesimpulan logis, memasukkan konteks dan nuansa, serta membuat keputusan yang tepat,” ujar Koray Kavukcuoglu, Kepala Teknisi Google DeepMind di blog resmi Google.
Rilis Gemini 2.5 pertama Google hadir dalam versi eksperimental dari Gemini 2.5 Pro, yang kini audah tersedia di Google AI Studio dan di aplikasi Gemini untuk pengguna Gemini Advanced, dan akan segera hadir di Vertex AI.
Dalam beberapa minggu mendatang, Google akan segera mengumumkan harganya, sehingga memungkinkan lebih banyak orang dapat menggunakan menggunakan versi Gemini 2.5 Pro ini.
BACA JUGA:
Gemini 2.5 Pro saat ini hadir dengan jendela konteks 1 juta token, dengan 2 juta token yang akan segera hadir, sehingga dapat memahami kumpulan data yang luas dan menangani masalah kompleks dari berbagai sumber, termasuk teks, audio, gambar, video, dan bahkan seluruh repositori kode.
“Seperti biasa, kami menyambut masukan agar kami dapat terus meningkatkan kemampuan baru Gemini yang mengesankan dengan cepat, semuanya dengan tujuan membuat AI kami lebih bermanfaat,” tutupnya.