JAKARTA – Raksasa teknologi China, Baidu, dikabarkan akan meluncurkan generasi terbaru model kecerdasan buatan (AI) mereka, Ernie 4.5, pada pertengahan Maret. Model terbaru ini akan menghadirkan peningkatan signifikan dalam hal penalaran serta kemampuan multimodal, menurut sumber yang memiliki akses langsung terhadap informasi tersebut.
Teknologi multimodal memungkinkan AI untuk memproses dan mengintegrasikan berbagai jenis data, termasuk teks, video, gambar, dan audio, serta mengonversinya di antara format-format tersebut.
Sebelumnya, Baidu telah mengumumkan bahwa mereka akan merilis seri Ernie 4.5 secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang dan menjadikannya open-source mulai 30 Juni 2025. Namun, perusahaan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait peluncuran terbaru ini.
Tekanan dari DeepSeek
Peluncuran model AI dari startup China, DeepSeek, yang diklaim mampu menyaingi bahkan melampaui model AI terkemuka di Amerika Serikat dengan biaya lebih rendah, telah mengguncang industri AI global. Keberhasilan DeepSeek memaksa perusahaan-perusahaan besar, termasuk Baidu, untuk menyesuaikan strategi mereka agar tetap kompetitif.
Baidu merupakan salah satu perusahaan teknologi pertama di China yang meluncurkan chatbot berbasis AI mirip ChatGPT. Namun, meskipun mereka mengklaim bahwa model bahasa besar (LLM) Ernie memiliki performa setara dengan GPT-4 dari OpenAI, adopsinya masih terbatas karena persaingan yang semakin ketat.
BACA JUGA:
Munculnya DeepSeek telah semakin menantang ambisi Baidu di sektor AI. CEO Baidu, Robin Li, sebelumnya berpendapat bahwa menjaga model AI tetap tertutup adalah strategi terbaik untuk pengembangan jangka panjang. Namun, setelah melihat kesuksesan DeepSeek, Baidu akhirnya beralih ke pendekatan open-source.
Dalam panggilan pendapatan bulan ini, Li menyebut Ernie 4.5 sebagai model terbaik yang pernah dibuat Baidu dan mengakui bahwa kesuksesan DeepSeek telah mendorong perubahan strategi tersebut.
Selain Baidu, raksasa teknologi China lainnya, Alibaba, juga mengumumkan bahwa mereka akan menjadikan model AI generatif untuk video dan gambar, Wan 2.1, sebagai open-source. Langkah ini semakin memperketat persaingan di industri AI China, yang kini semakin fokus pada transparansi dan inovasi terbuka guna menarik lebih banyak pengembang dan perusahaan untuk mengadopsi teknologi mereka.
Dengan langkah Baidu yang akan merilis Ernie 4.5 serta persaingan dari Alibaba dan DeepSeek, industri AI China tampaknya semakin dinamis dan kompetitif, berusaha menyaingi dominasi model AI dari Barat seperti OpenAI dan Google DeepMind.