Bagikan:

JAKARTA - Bos global Audi secara terbuka mengakui bahwa keputusan mengganti nama salah satu model legendaris mereka, A4, menjadi A5 merupakan sebuah kekeliruan. Pabrikan asal Jerman itu kini memberi sinyal kuat bahwa nama A4 akan kembali dibangkitkan.

Nama A4 yang sudah eksis selama 32 tahun itu berpeluang kembali hidup lewat pembaruan model berikutnya. Audi pada 2023 sempat mengumumkan strategi penamaan baru.

Di mana, seluruh model bermesin bensin dan diesel akan menggunakan angka ganjil. Sementara mobil listrik memakai angka genap.

Tujuannya, agar konsumen lebih mudah membedakan lini elektrifikasi dan non-elektrifikasi di ruang pamer. Dalam skema tersebut, A4 menjadi model non-listrik pertama yang dipensiunkan, karena sedan dan wagon A4 dilebur ke dalam nama A5.

Yang mana, A5 sebelumnya hanya dipakai untuk versi coupe, convertible, dan Sportback lima pintu. Perubahan serupa juga terjadi pada varian performa, di mana S4 berganti menjadi S5, sementara RS5 digadang-gadang menggantikan RS4.

Namun, respons pasar ternyata tak sesuai harapan karena banyak pelanggan dan diler menyebut penamaan baru ini membingungkan, apalagi nama A4 sudah melekat sejak 1994. Audi pun akhirnya menarik rem, termasuk membatalkan rencana mengganti A6 bermesin konvensional menjadi A7.

"Ya, seperti yang kami katakan awal tahun ini, itu adalah kesalahan, dan kami telah memperbaikinya," kata CEO Audi Gernot Döllner, dilansir Drive, Senin 2 Februari 2025.

.

"Kita akan kembali ke nomenklatur lama kita, A untuk mobil berlantai datar, Q untuk SUV, dan kemudian angka tersebut menggambarkan ukuran mobil atau segmen mobil, selesai," lanjutnya.

Pernyataan itu memperkuat wawancara Dollner dengan Autocar pada pertengahan 2025. Yang mana, saat ia menyebut bahwa satu-satunya kesalahan terkait A5 adalah waktu penggantian nama yang terlalu mepet dengan masa produksi.

Ketika ditanya apakah A5 bisa kembali menggunakan nama A4 di masa depan, Döllner membuka peluang tersebut. "Ya, itu mungkin, secara umum dengan A6 sebagai titik acuan, dari situ ke masa depan kita akan mempertimbangkannya," ucapnya.

Sebelumnya, berdasarkan struktur penamaan lama yang dirancang pendahulu Döllner, Markus Duesmann, nama A4 diproyeksikan hanya berlanjut sebagai sedan listrik. Namun arah itu kini ikut berubah, menyusul keputusan Audi membatalkan rencana untuk sepenuhnya menjual mobil listrik di sebagian besar pasar mulai 2033.

Menariknya, pembenahan ini bukan cuma soal nama, Audi juga mulai mengoreksi sejumlah detail yang sempat menuai kritik. Penggeser sentuh di setir kini diganti kembali dengan roda penggulir konvensional.

Lencana S dan RS dikembalikan ke gril depan agar model performa lebih mudah dikenali. Kemudian, penamaan mesin seperti 35 TFSI dan 40 TDI dirombak menjadi berbasis output daya, misalnya TFSI 110kW’ dan ‘TDI 150kW.