Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah China menetapkan aturan baru yang menghapus kewajiban sambungan mekanis antara setir dan roda depan pada kendaraan. Kebijakan ini menjadi tonggak penting bagi industri otomotif di sana, dan akan berlaku 1 Juli 2026.

Melansir dari Carnewschina, Rabu, 3 Desember, hal tersebut membuka penggunaan sistem kemudi penuh elektronik atau steer by wire. Alih-alih menggunakan batang kemudi, sistem ini menggunakan sensor untuk mendeteksi gerakan setir dan mengirimkan sinyal listrik ke motor listrik yang menggerakkan roda.

Keputusan ini diumumkan melalui standar nasional terbaru yang mengatur sistem kemudi kendaraan. Dalam aturan tersebut, produsen kini diperbolehkan memakai sistem steer bywire sepenuhnya tanpa menyediakan jalur mekanis cadangan.

Pemerintah juga menambahkan persyaratan keselamatan yang lebih ketat, mulai dari redundansi komponen, pemantauan daya, hingga prosedur pengujian saat terjadi kegagalan sistem. Sejumlah perusahaan besar tercatat terlibat dalam penyusunan standar ini, termasuk Nio, BYD, Xpeng, dan Geely.

Selain itu, beberapa produsen internasional serta perusahaan teknologi otomotif yang beroperasi di China turut memberikan masukan selama proses perumusan. Dari sisi implementasi, beberapa model kendaraan sebenarnya sudah memakai teknologi steer by wire, seperti Nio ET9, Infiniti Q50, IM L6, dan Tesla Cybertruck.

Namun Nio ET9 dikenal sebagai mobil produksi massal pertama di China yang menggunakan sistem kemudi elektronik penuh tanpa cadangan mekanis. Dengan regulasi yang kini lebih jelas, pelaku industri memperkirakan semakin banyak produsen yang akan mengadopsi konfigurasi kemudi elektronik dalam beberapa tahun ke depan.