Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah akan menghapus insentif impor mobil listrik pada akhir tahun ini. Kebijakan tersebut mengharuskan setiap pabrikan yang selama ini mendapat relaksasi impor untuk menyeimbangkan dengan produksi kendaraan di dalam negeri sesuai jumlah unit yang telah mereka datangkan.

Menanggapi kebijakan ini, produsen mobil listrik asal China, Xpeng, mengaku tidak merasa khawatir. Wakil Presiden Pemasaran Xpeng, Hari Arifianto, menyatakan bahwa pihaknya telah merakit mobil listrik di Indonesia sejak pertengahan tahun.

“Bagi kami tidak masalah. Kami sudah merakit Xpeng X9 di Indonesia sejak Juni lalu. Sebelumnya kami memang sempat mengimpor untuk memenuhi permintaan konsumen,” ujar Hari di Bogor saat test drive Xpeng X9, belum lama ini.

Ia menambahkan, hingga kini penjualan Xpeng telah mencapai lebih dari 200 unit. Karena model yang dijual sudah dirakit di dalam negeri, maka pencabutan insentif impor tidak akan berdampak terhadap operasional maupun harga jual kendaraan mereka.

“Produksi lokal membuat kami lebih fleksibel dan siap menghadapi perubahan kebijakan,” tegas Hari.

Saat ini, Xpeng merakit model Xpeng X9 di fasilitas produksi PT Handal yang berlokasi di Purwakarta. Sementara untuk model Xpeng G6, Hari mengungkapkan bahwa pengiriman ke konsumen akan dimulai pada November mendatang.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas kehadirannya di pasar kendaraan listrik nasional.

Selain memperkuat produksi lokal, Xpeng juga tengah menambah jaringan layanan penjualan dan purna jual.

Tahun ini, mereka menargetkan membuka enam dealer di Indonesia. Hingga kini sudah ada tiga dealer yang beroperasi, salah satunya di kawasan Puri yang telah dilengkapi fasilitas perbaikan bodi dan cat (body & paint shop). Dealer baru direncanakan segera dibuka di wilayah Pondok Indah.

Untuk pasar tanah air, Xpeng menawarkan Xpeng X9 dalam tiga varian, yakni Standard Range Pro dengan harga sekitar Rp990 juta, Long Range Pro Rp1,05 miliar, dan Long Range Pro+ Rp1,09 miliar (on the road Jakarta).