Bagikan:

JAKARTA – Kehadiran Tesla Model Y L di China yang merupakan versi lebih besar dari standar dengan enam tempat duduk dinilai banyak pihak mampu mendongkrak anjloknya penjualan mobil Tesla di sejumlah pasar.

Penjualan perdana varian yang dirakit di pabrik Tesla di Shanghai dilakukan di tengah ketatnya persaingan dari produsen EV domestik seperti BYD dan Xiaomi. Dengan harga mulai dari 339.000 yuan di China (sekitar Rp766 juta), Model Y L menawarkan sejumlah pembaruan signifikan baik dari segi eksterior maupun interior, dengan pengiriman dijadwalkan dimulai pada September.

Namun CEO Tesla Elon Musk mengisyaratkan bahwa model ini mungkin tidak akan pernah diproduksi di Amerika Serikat (AS). Keputusan ini, menurut Musk, didasari oleh perkembangan pesat teknologi kendaraan otonom (swakemudi) di AS.

Dalam responsnya di media sosial X, dilansir dari Reuters, Kamis, 21 Agustus, Musk menyatakan bahwa Model Y L ini tidak akan mulai diproduksi di AS hingga akhir tahun depan. Mungkin tidak akan pernah, mengingat munculnya swakemudi di Amerika.

Musk tidak menjelaskan secara rinci bagaimana kemajuan kendaraan swakemudi akan menghilangkan kebutuhan akan kendaraan enam kursi. Namun, langkah ini sejalan dengan ambisi Tesla yang semakin fokus pada layanan taksi robot (robotaxi).

Dikeahui, Tesla telah meluncurkan layanan robotaxi terbatas di Austin pada bulan Juni dan menargetkan untuk memperluas operasinya hingga mencakup setengah populasi AS pada akhir tahun ini. Musk sendiri pernah berujar kepada para investor bahwa membangun kendaraan konvensional akan menjadi "sia-sia" di masa depan yang serba swakemudi. Tahun depan, Tesla dijadwalkan akan memulai produksi Cybercab, sebuah model robotaxi khusus dua kursi tanpa setir dan pedal.

Di sisi lain, SUV bertenaga bensin dengan tiga baris kursi telah lama menjadi favorit keluarga Amerika. Namun, membuat EV tiga baris yang menguntungkan masih menjadi tantangan bagi para produsen otomotif.

Selain itu, Tesla juga bersiap meluncurkan varian Model Y yang lebih murah pada akhir tahun ini, yang digambarkan Musk sebagai "hanya Model Y".