Bagikan:

JAKARTA – Polytron semakin menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan lini kendaraan listrik di Indonesia. Langkah konkret ditunjukkan lewat investasi khusus pada fasilitas produksi milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Tak seperti sejumlah pelaku industri otomotif lain yang juga memanfaatkan fasilitas PT HIM, Polytron mengambil pendekatan berbeda dengan membangun lini produksi tersendiri yang lebih modern dan terintegrasi. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan untuk tidak sekadar merakit, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi kendaraan listrik dari hulu ke hilir.

Salah satu investasi integral adalah Polytron satu-satunya produsen yang berinvestasi pada perangkat Dyno Test yang mampu digunakan untuk kendaraan FWD, RWD, hingga AWD dengan pengaturan wheelbase yang fleksibel.

Sebagai bagian dari komitmen pada aspek keselamatan, Polytron juga menghadirkan tahapan Electric Safety Test dengan jumlah paling banyak secara berlapis di seluruh proses produksi. Terdapat empat titik pengujian utama yang dilakukan secara berurutan untuk memastikan kualitas dan keamanan kendaraan.

Seluruh proses ketat ini menunjukkan komitmen penuh Polytron terhadap standar keamanan, kualitas produksi, dan kepuasan pelanggan yang merupakan bentuk implementasi visi meningkatkan pengalaman konsumen melalui teknologi, servis, dan produk," kata Chief Executive Officer Polytron, Hariono, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat, 18 Juli.

Tak berhenti sampai di situ, Polytron juga berinvestasi dalam lini perakitan khusus seperti Vacuum Filling Machines (untuk pengisian brake oil, refrigerant, coolant), Dynamic Performance Test Equipment, Safety Testing Equipment, hingga ADAS Calibration Equipment yang sudah full automatic sehingga lebih cepat prosesnya, memastikan kendaraan memenuhi standar keselamatan berkendara masa kini.

Dengan seluruh kesiapan fasilitas ini, kapasitas produksi Polytron di fasilitas PT Handal dapat mencapai kemampuan maksimal hingga 30.000 unit per tahun.

"Dengan dimulainya produksi di Purwakarta ini mempertegas keseriusan perusahaan membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, bukan hanya sebagai produk, tapi sebagai investasi jangka panjang yang didukung oleh fasilitas produksi hingga kualitas manufaktur," pungkasnya.