Bagikan:

JAKARTA - Kabar kurang baik datang dari kubu Stellantis. Pasalnya, perusahaan otomotif multinasional ini meminta sekitar 82.000 unit Citroen C3 dan DS3 yang memiliki airbag Takata untuk ditarik kembali.

Dilaporkan Reuters, Sabtu, 21 Juni, kabar tersebut diumumkan satu minggu setelah seorang wanita dari Kota Reims, Prancis meninggal karena cedera yang dideritanya disebabkan oleh airbag dari Takata pada C3 produksi 2014.

Kementerian Perhubungan Prancis juga telah meminta semua kendaraan yang terdampak recall untuk tidak dikemudikan di jalan raya setelah kecelakaan tersebut.

Program penarikan kembali "Stop Drive" ini melibatkan model C3 dan DS3 yang diproduksi mulai tahun 2014 sampai 2019.

Ini melanjutkan langkah keselamatan yang dibuat oleh perusahaan yang sebelumnya telah memperbaiki 481.000 unit karena permasalahan airbag tersebut dari 690.000 unit di Prancis.

Sekitar satu dekade lalu, Takata menghebohkan jagat otomotif global karena menimbulkan proses penarikan kembali terbesar di dunia beberapa tahun lalu.

Tercatat 30 kasus kematian akibat airbag ini dengan 26 di antaranya berada di wilayah AS. Pada 2009 lalu, komponen dari Takata ini menyebabkan ratusan korban cedera dari sejumlah kendaraan dari berbagai merek.

Dalam satu dekade terakhir, lebih dari 100 juta kendaraan terdiri lebih dari 20 merek kendaraan di dunia yang dilengkapi inflator airbag Takata telah ditarik kembali secara massal.

Karena permasalahan yang melanda airbag tersebut, pemasok Takata dinyatakan bangkrut pada 2018 lalu dan beberapa eksekutif didakwa karena kasus tersebut.