Bagikan:

JAKARTA – Elon Musk dan Tesla memang dikenal dengan target-target ambisius yang kerap menyita perhatian dunia. Namun, ambisi besar itu tak jarang dibarengi penundaan dan perubahan arah, seperti yang terjadi pada peluncuran Cybertruck yang sempat tertunda berulang kali dan menuai kontroversi terkait desain, klaim performa, hingga kualitas produksinya.

Kini, sorotan kembali tertuju pada proyek robotaxi yang telah lama dijanjikan. Meski sempat diragukan, Tesla bersiap memulai uji coba layanan robotaxi perdana di Austin, Texas, pada akhir Juni, sesuai jadwal. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Elon Musk pada Selasa, 20 Mei.

Langkah ini diambil di tengah sorotan ketat dari regulator Amerika Serikat terkait aspek keselamatan, yang masih menjadi perhatian utama dalam pengembangan kendaraan otonom.

Dalam wawancaranya dengan CNBC dan dikutip dari Reuters, Rabu, 21 Mei, Musk menyatakan bahwa produsen kendaraan listrik tersebut akan meluncurkan sekitar 10 mobil swakemudi di beberapa bagian kota, dan akan meningkatkannya menjadi sekitar seribu dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami sebenarnya akan melakukan peluncuran tidak di seluruh wilayah Austin, tetapi hanya di bagian yang paling aman," ujar Musk.

Uji coba robotaxi yang sukses sangat penting bagi Tesla, karena Musk telah mengalihkan fokus perusahaan dari pembangunan platform EV baru yang lebih murah ke peluncuran layanan robotaxi dan robot humanoid Optimus. Sebagian besar valuasi Tesla bergantung pada taruhan ini.

"Satu-satunya hal yang penting dalam jangka panjang adalah otonomi dan Optimus," kata Musk kepada CNBC.

Teknologi kendaraan otonom memang sulit untuk dikomersialisasikan, dengan regulasi yang ketat dan investasi besar yang memaksa banyak perusahaan untuk menyerah. Mereka yang masih dalam persaingan, termasuk Waymo milik Alphabet, menghadapi pengawasan yang lebih ketat.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS telah menyelidiki tabrakan yang melibatkan perangkat lunak bantuan pengemudi canggih Full Self-Driving (FSD) Tesla dalam kondisi visibilitas jalan yang buruk sejak Oktober. Pekan lalu, regulator keselamatan jalan AS meminta Tesla untuk menjawab pertanyaan mengenai peluncuran layanan robotaxi berbayarnya untuk menilai bagaimana mobil-mobil tersebut akan beroperasi dalam cuaca buruk.

Musk juga mengatakan bahwa Tesla sedang dalam pembicaraan dengan produsen mobil besar untuk melisensikan perangkat lunak FSD yang diharapkan akan mendasari robotaxi mereka.

Untuk mendukung visi kecerdasan buatan yang lebih luas, startup xAI milik Musk telah meningkatkan kapasitas pusat datanya untuk melatih model yang lebih canggih, dan kluster superkomputernya di Memphis, Tennessee, yang disebut "Colossus," disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia.

xAI akan menggunakan satu juta chip Blackwell canggih dari Nvidia di fasilitas baru dekat Memphis, kata Musk. 

"Selama Nvidia lebih baik dari apa yang kami buat, kami akan terus membeli dari Nvidia," ujarnya. 

xAI membeli properti seluas satu juta kaki persegi di Southwest Memphis, Tennessee, kata Kamar Dagang Greater Memphis pada bulan Maret.

Musk, yang menggabungkan xAI dengan platform media sosial X miliknya pada bulan Maret, mengatakan bahwa merger antara Tesla dan xAI tidak sedang dipertimbangkan tetapi "tidak mustahil," meskipun akan memerlukan persetujuan pemegang saham.