Tangan Dingin Eng Hian yang Berbuah Emas Olimpiade untuk Greysia/Apriyani
Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian (tengah) bersama Greysia/Apriyani (Foto: Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Kesuksesan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyabet medali emas Olimpaide Tokyo pada Senin kemarin tak lepas dari peran besar pelatih Eng Hian. Tangan dinginnya sukses menyatukan kedua pemain beda usia tersebut.

Jauh sebelum Olimpiade Tokyo, Greysia sebenarnya sempat ingin gantung raket alias pensiun usai gagal membawa pulang medali dari Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016.

Kala itu, Nitya Krishinda Maheswari yang menjadi partner Greysia mengalami cedera bahu serius sampai harus menjalani operasi. Hal tersebut membuat Greysia sempat berpikir untuk mengakhiri karier. Namun Eng Hian melarangnya dan meyakinkan Greysia untuk mendapatkan pasangan baru yang tepat.

Eng Hian merayakan kemenangan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo (Foto: Antara)

Sampai akhirnya pada 2017, Eng Hian pun memilih Apriyani Rahayu sebagai pasangan Greysia. Selisih usia mereka terpaut 10 tahun. Setelah berpasangan pada 2017, perjalanan Greysia/Apriyani tentu tidak mudah. Banyak hal yang mereka lalui bersama hingga akhirnya bisa klop.

Pada sisi lain, Eng Hian terus membimbing mereka. Kesabaran dan ketekunan Eng Hian akhirnya berbuah medali emas di Olimpiade Tokyo usai mengalahkan
ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dengan skor 21-19, 21-15.

Sesungguhnya, saat didatangkan PBSI 13 tahun silam, pelatih yang akrab disapa Didi ini diplot untuk melatih ganda putri potensi, bukan prestasi seperti sekarang.

Saat itu, Rionny Mainaky seharusnya yang mengisi posisi pelatih ganda putri. Tapi, federasi bulu tangkis Jepang emoh melepasnya. Alhasil, Eng Hian ditunjuk kepala Bidang pembinaan dan Prestasi Rexy Mainaky untuk mengisi jabatan itu.

Sejujurnya, Eng Hian cukup kaget melihat kondisi sektor ganda putri saat itu. Ia melihat ada yang salah. "Banyak teriakan, tapi soul-nya enggak ada," ujar dia.

Eng Hian lantas melakukan perombakan dan optimistis ganda putri bakal berprestasi di masa mendatang. Berselang enam tahun, Eng Hian berhasil membawa Greysia/Nitya meraih emas Asian Games 2014.