Bagikan:

JAKARTA - Apa pun yang terjadi di Manchester United musim panas ini, Michael Carrick dapat merasa senang karena dia telah melakukan semua yang dia bisa untuk mendapatkan pekerjaan sebagai manajer secara permanen.

Pemilik minoritas The Red Devisl, Sir Jim Ratcliffe, CEO Omar Berrada, dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox sedang mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan siapa yang akan bertanggung jawab musim depan.

Seperti yang telah Carrick sampaikan sebelumnya, itu bukan keputusannya. Namun, setelah mengawasi kemenangan kesembilan dari 13 pertandingan sebagai manajer sementara untuk membawa Manchester United ke ambang kembali ke Liga Champions, dia telah menyampaikan argumennya dengan meyakinkan.

Kemenangan 2-1 atas Brentford di Old Trafford pada Selasa, 28 April 2026, dini hari WIB, menunjukkan yang terbaik dan terburuk dari tim ini--sepak bola menyerang yang positif bercampur dengan keterbukaan di lini belakang.

Namun, apa pun pendapat tentang gaya permainan melawan Brentford, tidak dapat dibantah soal rekor keseluruhan Carrick sejak mengambil alih kendali pada Januari 2026.

Manchester United telah mengumpulkan 29 poin dari kemungkinan 39 poin untuk naik dari posisi ketujuh di klasemen Liga Inggris ke posisi ketiga. Mereka hanya butuh dua poin lagi dari empat pertandingan tersisa untuk menjamin kelolosan ke Liga Champions musim depan.

Lalu, apakah Carrick juga akan melanjutkan pekerjaannya di Old Trafford, itu semua tergantung kepada Ratcliffe, Berrada, dan Wilcox.

"Kami telah memberi diri kami peluang besar (untuk mencapai Liga Champions). Dua hasil terakhir ini sangat penting untuk itu. Ini adalah saat di musim ini yang sangat krusial. Menang lagi ialah kebiasaan baik yang harus dibiasakan, tetapi ini penting bagi kami."

"Liga Champions bukanlah sesuatu yang harus kita rayakan secara berlebihan. Itu satu hal, kita perlu mencoba dan mencapainya, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Carrick.

Pertanyaannya ialah apakah Carrick akan mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan apa yang telah dia mulai. Sama pentingnya bagi Manchester United untuk mendapatkan orang yang tepat untuk memimpin, petinggi klub juga menghadapi keputusan penting tentang skuad--terutama di lini tengah.

Melawan Brentford, kapten Bruno Fernandes menunjukkan mengapa sangat penting baginya untuk tetap bertahan. Casemiro menunjukkan mengapa dia akan sangat sulit digantikan, dan Kobbie Mainoo menunjukkan mengapa sangat penting bahwa setiap pemain baru tidak menghambat perkembangannya.

Mainoo melewati tiga bek Brentford pada menit ketiga untuk menciptakan peluang emas bagi Amad Diallo. Sayangnya, pemain asal Pantai Gading itu seharusnya bisa berbuat lebih banyak daripada hanya menendang bola ke arah bek tengah Brentford, Sepp van den Berg, tepat di garis gawang.

Carrick mengatakan setelah pertandingan bahwa Mainoo telah menunjukkan sedikit dari segalanya.

"Saya pikir permainan membangun serangannya, penguasaannya terhadap bola, kreativitasnya memulai serangan, dia sangat efektif dalam hal itu, tetapi terutama dalam duel satu lawan satu, dan tekel dari belakang," ujar Carrick.

Meskipun Amad gagal mencetak gol di awal pertandingan, Manchester United tidak perlu menunggu lama untuk mencetak gol. Baru 11 menit pertandingan berjalan, Casemiro menyundul bola dan mencetak gol kesembilannya musim ini.

Akan dibutuhkan banyak uang untuk menemukan gelandang yang dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain asal Brasil itu ketika ia pergi bulan depan.

"Pujian untuknya, dia memberikan segalanya," kata Carrick, yang menepis anggapan bahwa mungkin ada perubahan keputusan pada menit-menit akhir tentang masa depannya.

Berapa pun biaya untuk menggantikan Casemiro, akan dibutuhkan biaya yang jauh lebih besar untuk menemukan Fernandes lainnya.

Gelandang Portugal itu mendekati rekor assist terbanyak dalam satu musim di Liga Inggris ketika ia mencetak assist ke-19 musim ini dengan umpan tepat waktu untuk Benjamin Sesko yang membuat skor menjadi 2-0 tepat sebelum jeda babak pertama.

Ada minat kepada Fernandes pada musim panas, seperti ketika ia hampir pindah ke Al-Hilal setahun yang lalu, tetapi Manchester United membutuhkannya untuk tetap bertahan, baik karena kepemimpinan dan pengalamannya maupun kreativitasnya.

"Entah itu menciptakan peluang, mencetak gol, atau memberikan pengaruh lain dalam tim, dia telah menjalani musim yang hebat."

"Dia tidak akan bisa lepas dari itu. Itu adalah penampilan bagus lainnya darinya malam ini," kata Carrick.

Carrick menunjukkan fleksibilitas taktisnya setelah jeda, menangkal ancaman serangan Brentford dengan mengganti Amad dengan Noussair Mazraoui dan beralih ke formasi tiga bek.

Beda hal dengan manajer tetap terakhir, Ruben Amorim, yang memiliki struktur terlalu kaku, tuduhan yang sering dilayangkan kepadanya. Wilcox, yang duduk di tribun di sebelah Berrada, pasti telah memperhatikan perbedaan itu.

Manchester United lebih mengontrol permainan setelah jeda. Baru pada menit ke-87, Mathias Jensen dari kubu Brentford melepaskan tembakan dari luar kotak penalti untuk menciptakan akhir pertandingan yang menegangkan.

Setelah berhasil mempertahankan keunggulan untuk meraih tiga poin penuh, The Red Devils memastikan mereka tidak perlu mengalami akhir musim yang penuh kecemasan.

Dibutuhkan keajaiban untuk menggusur Manchester United dari zona Liga Champions. Mengalahkan Liverpool di Old Trafford pada Minggu, 3 Mei 2026, secara matematis sudah menjamin tiket Eropa untuk musim depan.

Setelah resmi melewati garis finis, masa depan Carrick akan ditentukan. Apakah semua yang ia lakukan akan cukup untuk mendapatkan kesempatan menduduki jabatan tersebut secara permanen? Layak dinantikan.