JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional berbasis perguruan tinggi.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan bahwa sinergi lintas kementerian ini merupakan langkah konkrit dalam usaha mengembangkan atlet, riset sport science, hingga optimalisasi fasilitas olahraga.
"Saya senang sekali sebagai pembina olahraga ketika banyak kementerian yang bisa mendukung dan bertransformasi bersama kami," ujar Erick dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 18 April.
Gagasan kolaborasi ini awalnya muncul dari Menteri Kemdiktisaintek Brian Yuliarto yang terinspirasi dengan sistem olahraga di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang yang mengintegrasikan pendidikan dengan pembinaan atlet melalui kampus.
Erick mengatakan bahwa dalam satu kesempatan Brian menghampirinya dan berbicara mengenai Amerika dengan konsep NCAA-nya dan juga Jepang yang pendidikan olahraga melibatkan sekolah-sekolah.
"Saya langsung menyambut dan kedua tim langsung bekerja keras dan akhirnya hari ini kami mendapatkan kerja sama yang bisa benar-benar memberikan solusi menyeluruh kepada atlet kita," katanya.
Melalui kerja sama ini pemerintah tidak hanya membuka akses beasiswa seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), tetapi juga memperluas dukungan pendidikan di dalam negeri serta memperkuat pemanfaatan fasilitas olahraga yang telah memiliki payung hukum melalui sinergi antar kementerian.
Brian menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu menghidupkan budaya olahraga di lingkungan kampus sekaligus menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya talenta unggul Indonesia.
"Kita ingin gairah atau antusiasme olahraga itu juga hidup di kampus-kampus karena tentu kita berharap kampus-kampus sebagai tempat lahirnya talenta-talenta Indonesia, talenta unggul Indonesia, pemimpin-pemimpin masa depan," ujarnya.
Selain itu, kampus juga didorong untuk berperan aktif dalam penelitian dan pengembangan di bidang sport science dan manajemen olahraga, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia olahraga modern.
Brian menegaskan bahwa keterlibatan akademisi dalam mendukung prestasi olahraga nasional sangatlah penting. Ia berpandangan kemajuan olahraga nasional tidak terlepas dari kemajuan sains dan teknologi.
"Kami nantinya juga akan mendorong dosen-dosen, peneliti-peneliti, guru besar-guru besar untuk bisa melakukan pengembangan-pengembangan penelitian-penelitian untuk kaitannya dengan sport science," kata dia.
Dengan adanya kerja sama ini membuat perguruan tinggi juga berpeluang mengelola fasilitas olahraga, termasuk venue pasca Pekan Olahraga Nasional (PON) agar tetap terawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh sivitas akademika maupun masyarakat.
BACA JUGA:
Erick menambahkan bahwa poin penting lainnya dari kolaborasi ini adalah Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) bisa diperkuat terutama peningkatan standar penyelenggaraan dan partisipasi mahasiswa.
"POMNAS itu bisa kita angkat menjadi satu bentuk acara yang benar-benar ditunggu-tunggu dan digemari oleh seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia," ujarnya.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup rencana peningkatan kompetensi lulusan sport science melalui program magang dan standarisasi federasi sehingga tenaga ahli di bidang olahraga dapat terserap secara maksimal dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan prestasi olahraga Indonesia.