Bagikan:

JAKARTA - Gelandang berusia 16 tahun Max Dowman menjadi bintang Arsenal. Dirinya berperan dalam proses gol pertama dan kemudian mencetak gol yang memantapkan kemenangan 2-0 Arsenal saat menghadapi Arsenal di pertandingan Premier League Inggris di Stadion Emirates, London, Minggu, 15 Maret 2026 dini hari WIB. Dowman pun membawa Arsenal kian dekat meraih titel Liga Inggris.

Penantian 22 tahun Arsenal tampaknya segera berakhir. Ya, Arsenal terakhir kali menjadi juara Premier League pada 2004. Saat itu, The Gunners masih ditangani manajer legendaris Arsene Wenger. Saat Mikel Arteta datang sebagai pemain, Arsenal sudah tidak mampu lagi memenangi titel liga. Selama 2011 hingga 2016, Arteta hanya mampu meraih Piala FA dua kali dan Community Shield dua kali juga.

Namun kini Arteta mendapat kesempatan membawa Arsenal memenuhi mimpi yang terus tertunda selama puluhan tahun. Dan Dowman turut berperan membawa klub London Utara itu mewujudkan mimpi tersebut.

Ya, Dowman yang masuk menggantikan Martin Zubimendi pada menit 74 mampu menghidupkan kembali permainan Arsenal. Saat para pemain lain mulai frustrasi karena sepanjang pertandingan sulit membobol gawang Everton.

Kiper timnas Inggris Jordan Pickford menunjukkan performa apik saat berdiri di bawah mistar The Toffees. Termasuk beberapa kali eksekusi dari Eberechi Eze yang selalu terhadang barisan pertahanan pasukan David Moyes.

Begitu pula Kai Havertz yang untuk kali pertama menjadi starter di posisi centre forward menggantikan Viktor Gyokeres. Pemain timnas Jerman ini sesungguhnya membuka peluang untuk mencetak gol saat dijatuhkan Michael Keane di babak pertama. Namun wasit membiarkan insiden itu dan Havertz nyaris tak percaya tak mendapat penalti atas pelanggaran itu.

Saat Dowman dimasukkan Arteta, permainan tim seperti kembali bergairah. Dan dirinya berperan penting saat Arsenal berhasil memecah kebuntuan menjelang akhir pertandingan.

Ya, umpan panjang dia yang mengarah ke depan gawang bisa disambut Piero Hincapie yang kemudian diberikan Gyokeres yang masuk menggantikan Havertz. Tanpa kesulitan sepakan Gyokeres membobol gawang Everton yang sudah kosong karena Pickford gagal menangkap bola itu.

Gol yang tercipta di menit 89 menjadikan suporter langsung bersorak kegirangan. Kemenangan sudah di depan mata. Apalagi kemudian Dowman membuat aksi sensasional saat solo run dari lapangan tengah pada injury time.

Pemain yang belum mendapat kontrak resmi dari klub karena belum berusia 17 ini menerima umpan dari Gabriel Martinelli dan berlari membawa bola sendirian.

Dia kemudian melepaskan tendangan ke gawang yang memang sudah ditinggalkan Pickford yang naik membantu serangan dan membawa Arsenal unggul 2-0 di menit 90+7.

Dalam usianya 16 tahun 73 hari, Dowman memecahkan rekor James Vaughan sebagai pemain termuda yang mencetak gol dalam sejarah Premier League. Dia juga menjadi pemain termuda di klub yang membobol gawang lawan.

“Dia mampu mengubah permainan setiap kali mendapatkan bola. Dia bisa menjadikan apa pun berhasil dan kehadirannya seperti lebih dari sebuah ancaman,” kata Arteta memuji Dowman yang masih bocah belia itu.

“Dengan apa yang dilakukannya saat usianya sekarang ini dalam pertandingan yang penuh tekanan dan harus menang, jelas ini sungguh tidak normal. Namun dia sama sekali tidak merasakan tekanan itu. Ini bagian yang terbaik,” kata Arteta.

“Pemain bertalenta seperti dia justru bertindak sesuai dengan perasaannya. Saya senang dengan apa yang diraihnya,” ucap dia lagi.

Arsenal menutup laga dengan keunggulan 2-0 yang menjadikan mereka unggul sembilan poin dengan Manchester City yang gagal menang setelah ditahan West Ham United 1-1. Arsenal pun kian dekat dengan titel liga.

Tidak hanya itu, Arsenal juga menjaga peluang meraih quadruple atau empat trofi dalam satu musim karena masih bertahan di Liga Champions. Dalam sejarah klub, Arsenal menjadi satu-satunya tim papan atas Premier League yang belum pernah mengangkat trofi kuping lebar. Mereka juga lolos ke final Piala Liga Inggris dan melangkah ke perempat final Piala FA.