JAKARTA - Laga besar Serie A Italia berakhir imbang 1-1 saat Inter Milan gagal menaklukkan Atalanta dalam laga di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu, 14 Maret 2026 malam WIB. Di laga itu, pelatih Inter Cristian Chivu dikartu merah karena melakukan protes terhadap keputusan kontroversial wasit.
Inter membuang peluang saat bermain di kandang sendiri. Tak hanya itu, Inter sesungguhnya melakukan start yang cukup bagus dan sudah unggul lebih dulu.
Namun, Federico Dimarco dkk gagal menjaga performa di sepanjang 90 menit pertandingan. Akibatnya, gawang Yann Sommer bisa kebobolan di babak kedua. Apesnya lagi, Chivu juga diusir setelah mendapat kartu merah tak lama setelah Atalanta bisa menyamakan kedudukan.
Hasil imbang itu menjadikan Inter gagal meninggalkan pesaing terdekat, AC Milan, yang akan menghadapi tuan rumah Lazio pada Senin, 16 Maret 2026 dini hari WIB. Saat ini, Inter yang mendapatkan poin 68 hanya unggul delapan poin dengan Milan. Bila menang lawan Lazio, mereka bakal memangkas jarak menjadi lima poin saja.
Ini menjadikan persaingan memperebutkan Scudetto kembali memanas dan ketat. Apalagi, kompetisi masih menyisakan sembilan pertandingan sehingga apa pun bisa terjadi saat liga memasuki pekan-pekan akhir.
Sementara, Atalanta tetap menduduki peringkat tujuh dengan memiliki poin 47. Atalanta yang sebelumnya dihajar Bayern Munchen 6-1 di laga pertama babak 16 besar Liga Champions masih berusaha masuk zona Eropa.
Paling tidak, tim asuhan Raffaele Palladino ini berharap bisa lolos ke UEFA Conference League bila gagal mendapatkan tiket ke Liga Champions atau Liga Europa.
Di laga itu, Inter yang sebelumnya dikalahkan Milan 1-0 dalam Derby della Madonnina mengambil inisiatif menyerang. Meski kehilangan Alessandro Bastoni, kapten Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu yang belum pulih dari cedera, Inter tetap mendominasi. Tercatat Dimarco sudah menciptakan peluang lewat tendangan voli. Namun usaha itu tak membuahkan hasil.
Inter harus menunggu hingga menit 26 saat striker Francesco Pio Esposito berhasil memecah kebuntuan. Gol berawal dari aksi Denzel Dumfries yang berhasil memotong bola dari bek Sead Kolasinac.
Dia kemudian memberikan bola kepada gelandang Niccolo Barrela yang langsung menyodorkannya kepada Esposito. Dari sudut yang cukup sempit, Esposito mampu mengejutkan kiper Marco Carnesecchi yang kebobolan lewat aksi Esposito.
Unggul 1-0 sesungguhnya menjadikan pemain Inter kian bersemangat menekan pertahanan La Dea. Paling tidak, sepakan Dimarco masih melewati di depan gawang Atalanta. Sedangkan balik Inter yang diakhiri dengan sepakan Piotr Zielinski membentur pemain lawan sehingga melebar.
Inter kembali melakukan serangan dan Dumfries tercatat dua kali mendapat peluang tetapi gagal dikonversi menjadi gol. Begitu pula tendangan Marcus Thuram masih melambung di atas mistar gawang.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih ketat. Atalanta berhasil keluar dari tekanan. Ini menjadikan mereka mampu mengambil inisiatif menyerang. Hanya serangan Atalanta tak kunjung membuahkan hasil.
Setelah menunggu gol yang sepertinya sia-sia, Atalanta akhirnya mampu membobol gawang Inter. Hanya, gol Atalanta sedikit kontroversial yang berawal saat pemain pengganti Kamaldeen Sulemana berhasil merebut bola yang dikuasai Dumfries.
Dia kemudian melepaskan tendangan ke gawang yang masih bisa ditepis kiper Sommer. Namun bola kemudian rebound yang kemudian dimaksimalkan oleh Nikola Krstovic untuk menyamakan skor menjadi 1-1 di menit 82.
BACA JUGA:
Hanya saja sebelum terjadi gol ada kontak fisik yang mengakibatkan Dumfries terjatuh. Wasit Gianluca Manganiello sesungguhnya sudah hendak meniup peluit. Tetapi dia tak kunjung meniup peluit karena dinilai tidak ada pelanggaran. Begitu pula saat VAR meninjau insiden itu, tidak ada pelanggaran terhadap Dumfries sehingga wasit tetap mengesahkan gol itu.
Keputusan wasit membuat Chivu protes keras. Karena tak berhenti melakukan protes, Chivu yang sudah diberi kartu kuning akhirnya didatangi wasit dan mendapat kartu kuning kedua yang disusul dengan kartu merah. Dumfries sendiri menyatakan ada kontak fisik tetapi hanya minimal sehingga memang tidak ada pelanggaran.
Inter juga melakukan protes untuk kali kedua saat bek Giorgio Scalvini menjatuhkan Davide Frattesi saat mereka berebut bola rebound. Ini menjadi peluang penalti bagi Inter.
Namun setelah ditinjau lewat VAR, wasit menyatakan tidak ada pelanggaran dan penalti. Tidak ada tambahan gol dari kedua tim. Skor tetap imbang 1-1 begitu laga usai.