YOGYAKARTA -Banyak orang mulai mencoba olahraga sebelum sahur demi menjaga kebugaran selama Ramadan. Namun pertanyaannya, apakah benar aman dilakukan saat perut kosong dan menjelang puasa panjang?
Selama bulan puasa, memang tubuh mengalami perubahan pola makan, tidur, dan metabolisme. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami waktu terbaik berolahraga agar energi tetap stabil tanpa mengganggu ibadah.
Lantas, kapan sebaiknya harus olahraga saat puasa? Untuk menjawabnya, dilansir VOI dari laman Calo Inc. dan The Healthy Muslims, berikut ini beberapa fakta mengenai berolahraga selama bulan ramadan yang penting untuk dihapahami:
Tantangan Berolahraga Saat Ramadan
Semua sepakat jika salah satu tantangan utama olahraga selama Ramadan adalah durasi puasa yang panjang, yaitu dari fajar hingga matahari terbenam.
Sederhananya begini, tanpa asupan makanan dan cairan, kadar energi dapat berfluktuasi dan risiko dehidrasi meningkat. Apalagi jika tubuh Anda tidak cukup terhidrasi saat sahur dan berbuka.
Selain itu, tubuh juga mengalami perubahan metabolisme. Sensitivitas insulin bisa berubah, cadangan glikogen menurun, dan tubuh lebih banyak menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Namun di satu sisi ini proses ilmiah selama puasa bisa membantu pembakaran lemak, tetapi di sisi lain juga membuat tubuh lebih cepat lelah jika latihan terlalu berat.
Kemudian pola tidur Anda pun akan ikut berubah. Banyak orang tidur lebih larut karena salat tarawih atau aktivitas malam lainnya, lalu bangun lebih awal untuk sahur. Faktanya, krang tidur dapat memengaruhi proses pemulihan otot dan performa saat berolahraga.
BACA JUGA:
Manfaat Olahraga Sebelum Sahur
Meski menantang, olahraga sebelum sahur tetap memungkinkan dilakukan. Waktu ini cocok untuk latihan ringan, terutama bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa membebani tubuh.
Salah satu keunggulan olahraga pada waktu ini adalah Anda bisa langsung minum dan mengisi kembali energi setelah selesai latihan.
Baca juga artikel yang membahas Durasi Waktu Olahraga Sebelum Buka Puasa Berdasarkan Jenis Latihan Fisiknya, Yuk Simak!
Setelah berolahraga, tubuh dapat dihidrasi dengan air putih atau jus sehat, lalu dilanjutkan dengan menu sahur bergizi seimbang. Kombinasi ini membantu menjaga stamina sepanjang hari.
Poinnya, karena tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan setelah berbuka malam sebelumnya, sebagian orang merasa tenaga mereka masih cukup stabil saat bangun dini hari.
Lantas, Apa Saja Jenis Olahraga yang Disarankan?
Olahraga sebelum sahur sebaiknya difokuskan pada aktivitas ringan hingga sedang. Contohnya jalan cepat, peregangan, yoga, atau latihan mobilitas sendi. Durasi ideal berkisar 20–30 menit agar tidak terlalu menguras energi.
Sayangnya, para ahli menyatakan untuk latihan intens seperti kardio berat atau angkat beban dengan beban tinggi kurang disarankan pada waktu ini.
Selain meningkatkan risiko kelelahan, jenis latihan kompleks juga bisa membuat tubuh lebih cepat lapar karena proses pencernaan sahur menjadi lebih cepat.
Selain itu, rasa kantuk juga menjadi tantangan tersendiri. Jika kualitas tidur kurang baik, memaksakan latihan berat justru dapat meningkatkan risiko cedera.
Alternatif Waktu Olahraga Selain Sebelum Sahur
Kabar bahagianya, selain sebelum sahur ada beberapa waktu lain yang bisa dipertimbangkan.
Pertama, berolahraga pada sore hari menjelang berbuka memungkinkan Anda segera makan dan minum setelah latihan selesai, meski energi biasanya sudah cukup rendah.
Kemudian, waktu setelah berbuka juga menjadi pilihan populer. Dengan asupan makanan dan cairan yang cukup, tubuh lebih siap untuk latihan yang lebih intens. Namun, olahraga malam hari dapat membuat sistem saraf tetap aktif sehingga sebagian orang lebih sulit tidur.
Ada pula yang memilih berolahraga pada siang atau sore hari saat masih berpuasa. Meski butuh adaptasi karena tidak bisa langsung minum, tubuh umumnya mampu menyesuaikan diri setelah beberapa hari.
Yang Penting hanya Konsistensi dan Pola Makan Seimbang!
Alhasil tidak ada satu waktu yang mutlak paling baik untuk semua orang. Waktu terbaik adalah yang paling sesuai dengan jadwal dan kondisi tubuh Anda.
Kapanpun olahraganya, yang terpenting adalah pastikan sahur dan berbuka mengandung nutrisi seimbang yaitu dengan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta cukup cairan.
Jika merasa lelah di awal Ramadan, Anda dapat mengambil jeda istirahat satu atau dua hari untuk beradaptasi. Setelah itu, pilih satu waktu olahraga yang konsisten dan pertahankan sepanjang bulan.
Nah, dengan perencanaan yang tepat, olahraga sebelum sahur maupun di waktu lain tetap bisa dilakukan secara aman dan bermanfaat selama Ramadan. Selain mendapat pahala, tubuh juga tetap bugar! Tertarik?