MALANG– Arema FC menyatakan kewaspadaan tinggi terhadap pola permainan serangan balik cepat yang menjadi kekuatan utama Semen Padang. Kedua tim dijadwalkan bertemu dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Minggu 15 Februari.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengungkapkan bahwa dirinya telah mematangkan taktik khusus untuk meredam strategi lawan yang kini berada di bawah kendali pelatih Dejan Antonic.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan di Kota Malang, Sabtu, 14 Februari, Marcos Santos menyoroti kemampuan transisi Semen Padang yang dianggap sangat berbahaya pada putaran kedua ini.
"Semen Padang kuat saat melakukan counter attack lewat transisi (bertahan ke menyerang) yang cepat, saya sudah menyiapkan strategi untuk itu," ujar Marcos.
BACA JUGA:
Ia menambahkan bahwa kualitas permainan tim tamu mengalami peningkatan signifikan sejak ditangani Dejan Antonic. Kehadiran sejumlah pemain baru dengan kualitas di atas rata-rata disebut telah mendongkrak performa kolektif Semen Padang dibandingkan saat putaran pertama lalu.
Target Hattrick Kemenangan
Arema FC mengincar poin penuh dalam laga kandang ini guna mencatatkan hattrick atau tiga kemenangan beruntun. Sebelumnya, tim berjuluk Singo Edan tersebut sukses mengalahkan Persijap Jepara dan Persija Jakarta.
Marcos menegaskan bahwa tanggung jawab mencetak gol tidak hanya bertumpu pada satu atau dua pemain saja, melainkan tugas seluruh punggawa yang berada di lapangan.
"Kemenangan yang dikasih oleh Tuhan bagus buat kami. Sehingga kami bisa sukses di pertandingan besok dan ke depan," imbuhnya.
Ambisi Adi Satryo Menuju Timnas
Optimisme juga datang dari penjaga gawang Arema FC, Adi Satryo. Eks pemain PSIS Semarang ini bertekad tampil konsisten demi menjaga peluang kembali ke tim nasional Indonesia, meskipun persaingan di posisi kiper saat ini sangat ketat.
"Bagi saya yang penting tampil konsisten dulu. Kalau ingin kembali ke timnas itu harapan besar," kata pemain berusia 24 tahun tersebut.
Mengenai komposisi lini belakang Arema yang sering berubah-ubah, Adi Satryo mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia mempercayakan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pelatih dan menekankan pentingnya kerja sama tim.
"Sepak bola ini permainan tim, kami saling membantu," tuturnya menutup sesi wawancara.