JAKARTA - Striker Erling Haaland mencetak rekor sebagai salah satu penyerang paling subur di Manchester City setelah menghajar Fulham 3-0 di pertandingan Premier League Inggris di Stadion Etihad, Kamis, 12 Februari 2026 dini hari WIB. Haaland yang kembali menunjukkan ketajaman jelas membuat Arsenal ketar-ketir.
Ya, Arsenal pantas waswas dan apakah kembali hanya sekadar mengamankan trofi tanpa pernah memenanginya. Begitulah nasib Arsenal yang selalu unggul dalam perolehan poin dan memimpin klasemen di perjalanan kompetisi selama beberapa musim.
Namun pada saat-saat terakhir, klub London Utara itu selalu bisa dilewati pesaingnya, Man City dan Liverpool, yang kemudian merengkuh titel liga. Sementara, Arsenal mengukuhkan sebagai spesialis runner up liga dan bertugas ‘mengamankan trofi untuk diserahkan kepada pesaingnya di pengujung kompetisi’.
Man City kembali menebar ancaman terhadap Arsenal, terutama setelah mereka sukses menghancurkan Fulham. Sebagai sesama klub yang bermarkas di ibu kota, Fulham gagal membantu Arsenal untuk menghadang laju The Cityzens. Bahkan mereka sudah menelan kekalahan ke-20 kali setiap kali menghadapi Man City di berbagai kompetisi
Hasil buruk itu menjadikan Fulham tertahan di papan tengah. Tim asuhan Marco Silva ini gagal memperbaiki peringkat dan tetap berada di posisi 12 dengan poin 34.
Sebaliknya, Man City kian kukuh di peringkat dua. Rodri dkk juga memangkas jarak poin dengan Arsenal. Kini, mereka mengantungi poin 53 dan hanya terpaut tiga poin dengan The Gunners yang akan menyambangi markas Brentford pada Jumat, 13 Februari 2026 dini hari WIB. Ini yang menjadikan Arsenal mulai waswas, terutama bila kehilangan poin di laga tandang.
Di laga itu, Man City yang tampak percaya diri setelah meraih kemenangan krusial 2-1 atas Liverpool di Anfield sepenuhnya mendominasi. Permainan ofensif pasukan Pep Guardiola menjadikan mereka menguasai pertandingan tanpa memberi kesempatan lawan mengembangkan permainan. Bahkan Man City hanya butuh 15 menit saja untuk mematikan Fulham.
Ya, Man City mengawalinya dengan aksi Antoine Semenyo yang membuka kemenangan tim di menit 24. Gol berawal saat gelandang Fulham Sander Berge salah mengantisipasi bola silang Mathues Nunes.
Bola justru mengarah kepada Semenyo dan langsung menuntaskannya yang membobol gawang tim tamu. Ini merupakan gol kelima dari pemain sejak dibeli dari Bournemouth.
Unggul 1-0 menjadikan pemain Man City kian agresif menekan pertahanan Fulham. Hasilnya, mereka tak butuh waktu lama untuk memperbesar keunggulan.
Kali ini, gelandang Nico O'Reilly yang menambah gol Man City di menit 30. Semenyo kembali berperan dalam gol itu dalam sebuah serangan balik dengan memberi assist kepada O’Reilly. Dalam posisi yang agak sempit, dirinya melepaskan tendangan yang menaklukkan kiper Bernd Leno.
Gol yang mengubah skor Man City menjadi 2-0. Mereka tak menurunkan tempo permainan. Usaha Fulham keluar dari tekanan dengan mengembangkan permainan berakhir sia-sia. Fulham tetap mengalami kesulitan dan bahkan kembali kebobolan.
Di menit 39, Man City memantapkan keunggulan setelah Haaland yang menyambut assist Phil Foden menaklukkan Leno. Ini merupakan gol pertama Haaland yang tidak tercipta dari titik penalti sejak 20 Desember 2025.
Haaland juga mencetak rekor dengan mengemas 153 gol yang menyamai torehan gol legenda Man City Collin Bell dan menduduki peringkat empat sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub.
BACA JUGA:
Bila Bell yang dijuluki ‘King of the Kippax’ butuh 13 tahun di Maine Road untuk mencetak lebih dari 100 gol itu, sebaliknya Haaland hanya perlu tiga setengah tahun untuk menyamai rekor itu. Penyerang berusia 26 ini pun sudah pasti tak butuh waktu lama untuk melewati rekor itu.
Gol Haaland mengubah skor menjadi 3-0. Man City pun hanya butuh 15 menit untuk mematikan Fulham. Pasalnya tidak ada lagi gol yang yang tercipta. Man City pun mengakhiri laga dengan keunggulan tiga gol.