JAKARTA - Manajer Bournemouth, Andoni Iraola, menegaskan kembali keinginannya untuk mempertahankan penyerangnya, Antoine Semenyo, selama mungkin setelah kekalahan menyakitkan 1-4 di markas Brentford pada Sabtu, 27 Desember 2025 WIB.
Semenyo mencetak gol kesembilannya musim ini di Gtech Community Stadium, tetapi itu hanya gol hiburan pada sore yang ingin dilupakan oleh The Cherries. Soalnya, hattrick Kevin Schade plus satu gol bunuh diri Djordje Petrovic memperpanjang catatan tanpa kemenangan Bournemouth menjadi sembilan pertandingan.
Spekulasi tentang masa depan Semenyo semakin intensif dalam beberapa hari terakhir. Manchester City sedang dalam proses untuk merekrut pemain sayap tersebut.
Melansir ESPN, awal pekan ini, Semenyo memiliki klausul pelepasan senilai 65 juta pound setelah jendela transfer Januari 2026 dibuka.
BACA JUGA:
Namun, Iraola mengisyaratkan bahwa ia mengharapkan Semenyo masih membela Bournemouth melawan Chelsea pada Rabu, 31 Desember 2025, dini hari WIB. Ia juga tak setuju ingin cepat-cepat dapat biaya transfer lebih awal.
"Tidak, semakin banyak pertandingan yang bisa dimainkan Antoine untuk kami, semakin baik. Jika dia bisa bermain bertahun-tahun untuk kami, itu jauh lebih baik!"
"Jika tidak bisa bertahun-tahun, bisa berbulan-bulan. Jika dia hanya bisa bermain beberapa minggu, ya, sudah, tetapi semakin banyak waktu dia bermain bersama kami, semakin baik bagi kami."
"Situasi Antoine cukup jelas. Antoine adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Bahkan, dalam pertandingan seperti melawan Brentford di mana mungkin dia tidak bermain bagus, tapi dia selalu menjadi ancaman untuk mencetak gol dan memberikan assist."
"Jelas saya tidak ingin kehilangan dia. Ini cukup jelas, tetapi ada beberapa situasi yang berada di luar kendali saya."
"Dia akan bisa bermain lagi (melawan Chelsea) dan kemudian pertandingan berikutnya. Saya harap dia lebih sering bermain bersama kami," tutur Iraola.
Gol Semenyo ialah satu-satunya hal positif bagi Bournemouth di kandang Brentofrd. Sementara tuan rumah mampu menghukum tim tamu karena awal yang lambat.
Schade memecah kebuntuan pada menit ketujuh dengan penyelesaian apik dari umpan Igor Thiago dan gol bunuh diri yang menggelikan dari kiper Bournemouth, Djordje Petrovic, memberi The Bees keunggulan dua gol yang pantas di babak pertama.
Schade membuat skor menjadi 3-0 enam menit setelah babak kedua dimulai. Semenyo kemudian mencetak gol dari jarak dekat dengan tumitnya pada menit ke-75.
Hanya saja, gol itu tak membawa kebangkitan tim lantaran Schade mencetak hattrick pada injury time ketika ia mengonversi umpan silang Mikkel Damsgaard.
Sementara itu, penilaian Iraola lebih fokus kepada Bournemouth, yang terakhir kali meraih kemenangan di Liga Inggris pada 26 Oktober 2025.
Dengan alasan itulah, pelatih asal Spanyol tersebut ingin mempertahankan Semenyo.
"Saya pikir cukup mudah untuk menganalisis pertandingan melawan Brentford. Kami datang terlambat 45 menit ke pertandingan Liga Inggris dan biasanya ketika ini terjadi, Anda sudah kalah," kata Iraola.