JAKARTA - Keputusan John Herdman yang dirumorkan telah memilih melatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia dibandingkan negara lain menarik perhatian media internasional.
Pelatih berpengalaman yang sebelumnya menangani Timnas Kanada itu disebut memiliki sejumlah pertimbangan kuat dalam menerima tantangan membesut Skuad Garuda.
Media asing asal Meksiko, Once Noticias, mengungkapkan Indonesia bukan satu-satunya negara yang menjalin komunikasi dengan Herdman. Beberapa federasi lain, termasuk dari kawasan Amerika Tengah, juga dikabarkan tertarik menggunakan jasanya.
Namun, Indonesia dinilai menawarkan proyek yang paling menarik dan realistis bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut. Salah satu alasan utama John Herdman memilih Timnas Indonesia ialah adanya proyek jangka panjang yang jelas.
BACA JUGA:
PSSI disebut mempresentasikan rencana pengembangan tim nasional secara berkelanjutan, mulai dari tim senior hingga kelompok usia muda.
Herdman dikenal sebagai pelatih yang sukses membangun fondasi kuat, seperti yang ia lakukan bersama Timnas Kanada hingga tampil di Piala Dunia. Konsep serupa dinilai bisa diterapkan di Indonesia yang tengah mengalami perkembangan pesat.
"Indonesia datang dengan visi yang sangat jelas dan ambisius," tulis salah satu media asing yang mengulas keputusan Herdman.
Alasan berikutnya ialah besarnya potensi pemain Timnas Indonesia. Kombinasi pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi dinilai memberikan variasi serta kedalaman skuad yang menjanjikan.
Jumlah penduduk yang besar juga menjadi faktor penting. Herdman melihat Indonesia memiliki basis talenta luas yang bisa dikembangkan melalui sistem pembinaan yang tepat.
"Dengan populasi besar dan minat luar biasa terhadap sepak bola, Indonesia punya sumber daya pemain yang sangat potensial," ungkap laporan tersebut.
Selain aspek teknis, dukungan suporter dan federasi menjadi nilai tambah. Herdman dikenal menyukai atmosfer sepak bola yang hidup dan Indonesia menawarkan hal tersebut.
Animo publik yang tinggi terhadap Timnas Indonesia diyakini bisa menjadi energi positif dalam membangun mental dan karakter tim. Di sisi lain, PSSI juga disebut memberikan dukungan penuh, baik dari segi program maupun fasilitas.
Meski sempat dikaitkan dengan negara lain, seperti Honduras, Herdman menilai Indonesia menghadirkan tantangan yang lebih besar dan bermakna dalam karier kepelatihannya.
Indonesia bukan hanya soal target jangka pendek, tetapi juga kesempatan menciptakan warisan sepak bola dalam jangka panjang.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, keputusan John Herdman memilih Timnas Indonesia dinilai bukan langkah spontan, melainkan hasil dari analisis mendalam terhadap potensi, visi, dan masa depan sepak bola nasional.