JAKARTA - Napoli lepas dari tekanan setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Atalanta di pertandingan Serie A Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Minggu, 23 November 2025 dini hari WIB. Pelatih Antonio Conte menunjukkan kepuasan dengan keberhasilan Napoli kembali ke puncak klasemen.
Napolo berada dalam tekanan setelah memetik hasil mengecewakan karena gagal menang pada tiga laga terakhir di berbagai kompetisi.
Di Liga Italia, Napoli ditahan Como 1907 dengan skor 0-0 dan kemudian kalah 2-0 lawan Bologna. Saat menjamu Eintracht Frankfurt di Liga Champions, Rasmus Hojlund juga hanya mampu imbang tanpa gol.
Performa dan pencapaian buruk I Partenopei menjadikan posisi Conte mulai tak nyaman. Rumor pergantian pelatih segera mencuat. Dirinya juga disebut-sebut marah besar ke pemain usai kekalahan lawan Bologna.
Namun kabar angin itu langsung pupus saat Napoli kembali ke jalur menang. Dalam duel di kandang sendiri, Napoli menunjukkan penampilan terbaik saat menghajar Atalanta.
Kemenangan itu menjadikan Napoli mendapatkan poin 24 dan langsung melesat ke puncak klasemen. Mereka unggul selisih gol dengan Inter Milan, AS Roma dan Bologna yang memiliki poin sama.
Ini yang menjadikan posisi Napoli bisa kembali dilengserkan bila Inter dan Roma sama-sama meraih poin saat menghadapi lawan-lawannya. Inter menghadapi rival satu kota AC Milan dalam Derby della Madonnina. Sedangkan Roma menyambangi markas Cremonese.
Meski demikian Conte tak mempersoalkan bila Napoli kembali turun peringkat. Menurut dia yang terutama tim sudah kembali ke jalur yang tepat dan mereka menunjukkan performa terbaik.
“Kami puas dengan kemenangan ini dan bagaimana penampilan kami saat meraihnya. Di babak pertama, kami bermain dengan tempo tinggi. Kami juga tetap bermain menekan setelah jeda pertandingan. Ini yang kami lakukan karena tim yang sudah tertinggal 3-0 bakal bermain menyerang,” ucap Conte seperti dikutip Football Italia.
Mantan pelatih Inter Milan dan Juventus ini menuturkan dirinya mempersiapkan tim secara khusus menghadapi Atalanta. Bahkan dirinya mempelajari permainan La Dea saat mengalahkan Marseille 1-0 di pertandingan Liga Champions.
“Kami masih bisa mengontrol pertandingan dan lebih banyak menguasai bola di babak kedua. Ini tentu hal yang bagus dan kami bisa mengalahkan tim kuat sekelas Atalanta. Kami memang sudah mempelajari performa mereka saat melawan Marseille. Saya pelajari bagaimana mereka bisa menang di pertandingan yang ketat,” kata dia lagi.
Di pertandingan itu, Napoli langsung menggebrak dengan menekan pertahanan Atalanta. Strategi permainan ofensif sang juara bertahan langsung memberi hasil saat pemain sayap David Neres membobol gawang lawan di menit 17. Dia menyelesaikan assist Hojlund untuk mencetak gol pertama sejak 11 bulan lalu.
Unggul 1-0, Napoli kian agresif menekan Atalanta yang kesulitan mengembangkan permainan. Lagi-lagi Neres yang menunjukkan ketajaman dengan mencetak gol kedua di menit di menit 38.
Meski sudah leading dua gol lewat brace Neres, namun Napoli masih belum puas. Mereka bermain ofensif demi memperbesar keunggulan sekaligus mematikan tim tamu.
Harapan terciptanya gol ketiga pun kesampaian. Kali ini, Noa Lang yang mencatatkan nama di papan skor yang mengubah skor menjadi 3-0 menjelang akhir babak pertama.
Saat memulai babak kedua, Napoli yang sudah unggul tiga gol tetap berusaha menguasai permainan. Hanya saja kali ini Atalanta berhasil bangkit. Mereka pun langsung membobol gawang Napoli saat laga baru berjalan tujuh menit. Tendangan voli akrobatik Gianluca Scamacca sukses menaklukkan kiper Vanja Milinkovic-savic.
BACA JUGA:
Skor berubah 3-1, namun Atalanta gagal menambah gol sehingga tim asuhan Raffaelle Palladino harus menelan kekalahan di laga tandang. Kekalahan yang menjadikan Atalanta masih berkutat di papan tengah dengan menduduki peringkat 13.