JAKARTA - PSSI melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen), Yunus Nusi, merespons balasan FIFA yang menolak surat protes terkait wasit Kuwait yang akan memimpin laga Timnas Indonesia kontra Arab Saudi.
Kedua tim akan bertemu di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis 9 Oktober 202, dini hari WIB.
Adapun dalam surat balasannya, AFC mengatakan bahwa ofisial pertandingan yang bertugas ialah yang terbaik. Mereka juga menjamin wasit-wasit yang bertugas akan profesional dan tak terikat dengan konflik kepentingan.
"Afiliasi regional ofisial pertandingan tidak menimbulkan konflik kepentingan karena mereka semua ialah wasit elite AFC yang terlatih penuh dan bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik tanpa rasa takut atau pilih kasih."
BACA JUGA:
"Lebih lanjut, penunjukan wasit untuk (pertandingan) AQ26PO dilakukan melalui proses yang ketat dan mapan, berdasarkan evaluasi kinerja yang komprehensif serta tunduk pada ratifikasi akhir oleh FIFA," tulis AFC.
Soal keputusan AFC dan FIFA, PSSI dengan lapang menerima apa yang telah ditetapkan. Kata Yunus Nusi, itu merupakan sebuah kewenangan yang tetap harus diterima dan dipercaya.
"PSSI menerima keputusan itu karena keputusan tersebut menjadi kewenangan dari AFC. Kami memercayakan seperti bagaimana balasan surat dari AFC kepada kami, kepada PSSI," kata Yunus dalam keterangan yang diterima Selasa, 7 Oktober 2025.
The ASEAN Football merilis semua wasit yang bertugas di pertandingan Timnas Indonesia vs Arab Saudi nantinya secara keseluruhan berasal dari Kuwait, dengan wasit utama akan ditugaskan kepada Ahmed Al-Ali.
Asisten wasit pertama ialah Abdul Hadi Al-Anzi dan Ahmed Abbas sebagai asisten wasit kedua. Ammar Ashkanani ditunjuk sebagai wasit keempat atau wasit cadangan, sementara Abdullah Jamali bertugas sebagai video assistant referee (VAR) dan Abdullah Al-Kandari sebagai asisten wasit VAR.
Yunus berharap wasit yang memimpin nanti dapat menjunjung tinggi sportivitas dan fair play di lapangan sehingga jalannya pertandingan tidak tercederai oleh apa pun.
"Tentu kami sangat berharap bahwa sportivitas, fair play, dalam pertandingan ini. Kami sangat menantikan dan sangat kami tunggu."
"Kami tidak berharap pertandingan ini akan tercederai ketika ada keberpihakan dari pihak perangkat pertandingan."
"Semoga pertandingan ini kita akan saksikan dengan penuh netralitas. Kami juga masih percaya, kami masih yakin karena ini pertandingan menuju ke Piala Dunia (2026)."
"Kami sangat optimistis wasit akan memimpin dengan seadil-adilnya dan senetral-netralnya," kata Yunus Nusi.
Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Arab Saudi pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 00.15 WIB di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah. Di tempat yang sama, Skuad Garuda akan melawan Irak pada Minggu, 12 Oktober 2025, pukul 02.30 WIB.
Hanya juara grup yang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Tim yang finis di tempat kedua akan melaju ke babak kualifikasi berikutnya, sementara yang menghuni tempat ketiga akan langsung gugur.