Bagikan:

JAKARTA – Handezka Vaktorias membuat kejutan. Setelah sebulan pindah cabang olahraga (cabor), dia langsung mendapat medali perunggu dalam ajang World Youth and Junior Sambo Championship 2025.

Atlet kelahiran tahun 2005 tersebut meraih medali perunggu dari kelas 64 kg combat sambo junior putra setelah mencatat hasil sekali menang dan sekali kalah pada Jumat, 3 Oktober 2025.

"Mendapat medali perunggu sebenarnya tidak target. Ini kejutan," kata dia kepada media sebelum upacara pembukaan JSI Resort Convention Hall Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Handezka mengawali persaingan dengan kemenangan telak atas atlet asal Maroko, Wail Laarif. Kemenangan ini mengantar Handezka melaju ke semifinal untuk bertemu Rasul Dzhabrailov dari Turkmenistan.

Perlawanan ketat ditunjukkan Handezka saat menghadap Dzhabarilov. Namun, dalam duel itu Handezka harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor tipis 0-1 saja.

Meski mendapat perunggu, pencapaian ini merupakan prestasi membanggakan. Pasalnya, dia sebelumnya merupakan atlet gulat dan baru menekuni sambo sebulan yang lalu menjelang Kejuaraan Dunia di Bogor.

Handezka mengaku bahwa setelah selama 11 tahun menekuni gulat dan kemudian pindah ke sambo bukan perkara gampang. Ia menekankan keduanya merupakan sangat berbeda.

"Kalau di gulat tidak ada pukulan, sedangkan di sambo, saya main di combat, yang pakai pukulan, tendangan, kuncian, ya, itu bedanya," katanya.

Hasil berbeda didapat atlet tuan rumah lainnya. Salah satunya Rahma Halizah pada kelas -59 kg sport sambo remaja putri mampu membuat debut menggembirakan setelah menang 4-0 atas Jade Claassen (Belanda).

Sayangnya, di langkah berikutnya dia kalah dari Carla Albitos (Spanyol) dan di fase repechage Rahma dibungkam oleh Violetta Kumechko (Uzbekistan).

Selanjutnya di kelas -80 kg, Nabila Ramadhani yang kalah dari Madina Suleimanova (FIAS1) di babak pertama juga harus mengakui keunggulan Eka Zamtarashvili (Georgia) di repechage.