Bagikan:

YOGYAKARTA - PSIM Yogyakarta harus menyingkirkan memori buruk saat dibantai Bali United 6-0 di laga pramusim. Kini, PSIM tampil dengan konfidensi yang tinggi saat bertemu lawan sama di kompetisi Super League di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu, 20 September 2025.

Kekalahan 3-1 pada laga terakhir di kandang sendiri saat menjamu Borneo FC jelas menjadi catatan buruk PSIM. Hasil itu menunjukkan bila PSIM belum mampu mengatasi barrier saat bermain di kandang sendiri.

Da, Stadion Sultan Agung, Bantul, sepertinya masih belum akrab bagi Laskar Mataram. Bagaimana tidak, dari tiga laga home pertama di kompetisi, PSIM belum pernah sekalipun meraih kemenangan.

Tim asuhan Jean-Paul Van Gastel bermain imbang saat menjamu Arema FC dan Persib Bandung. Selanjutnya, mereka harus mengakui keunggulan Borneo FC sekaligus menjadi kekalahan pertama tim promosi tersebut.

Sebaliknya, PSIM malah mencatat rekor sempurna di laga tandang. Mereka menang 1-0 atas Persebaya Surabaya di laga perdana liga dan kemudian menaklukkan Maluku Utara 2-0. Dengan mengantungi poin delapan, PSIM berada di zona atas dengan menempati peringkat lima klasemen sementara.

Tren positif ini yang hendak dipertahankan PSIM saat menyambangi markas Bali United. Tak hanya itu, mereka juga ingin menuntaskan dendam kekalahan di laga pramusim.

Pelatih Van Gastel menyatakan bila laga dua laga itu jelas sangat berbeda. Terutama segi nonteknis dan mentalitas dari pertandingan uji coba dengan kompetisi tentu berbeda.

Apalagi, skuad pun tidak sama karena PSIM sudah menambah sejumlah pemain. Kekuatan mental tim juga kian meningkat setelah melakoni laga-laga berat di kompetisi.

“Laga pramusim dengan laga di kompetisi sudah tentu sangat berbeda. Laga sebelumnya dilaksanakan pada Juli lalu. Saat itu, kami baru memasuki minggu keempat masa persiapan. Sedangkan persiapan mereka sudah menginjak minggu keenam,” kata Van Gastel.

Menurut dia, saat ini kedua tim sudah sama-sama siap di tengah kompetisi. Van Gastel pun menyebut Bali United sebagai lawan yang tak mudah ditaklukkan.

“Bali United merupakan tim yang bagus. Intensitas bermain mereka sangat tinggi. Jadi ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujarnya.

“Dan, susunan pemain dari kedua tim sudah pasti berbeda dibandingkan sebelumnya. Jadi bagi saya, ini adalah pertandingan yang benar-benar berbeda,” kata pelatih asal Belanda ini.

Pelajaran Berharga

PSIM datang ke Bali dengan catatan kurang bagus karena di laga terakhir mereka justru menelan kekalahan. Namun kekalahan itu justru memberi pelajaran berharga bagi PSIM.

“Kami berusaha fokus pada hal-hal yang perlu diperbaiki dari laga terakhir. Jika Anda melihat pertandingan sebelumnya, kami sesungguhnya bermain cukup baik. Hanya saja, kami kehilangan bola tiga kali dan semua itu kemudian menjadi gol. Jadi kami harus mengurangi kesalahan tersebut,” ujarnya.

Sementara, Bali United mengawali kompetisi dengan hasil tak memuaskan. Mereka baru sekali menang dan kalah dari lima laga pertama sehingga tertahan di peringkat sembilan.

Pada laga terakhir, Serdadu Tridatu ini bermain imbang 1-1 melawan Persija Jakarta. Gelandang Bali United, Mirza Mustafic, mengaku cukup puas dengan hasil satu poin tersebut.

"Hasil yang baik dengan satu poin dari tim yang basis suporternya besar di kompetisi ini," kata Mirza seperti dikutip laman liga.