Bagikan:

JAKARTA - Kapten Manchester United Bruno Fernandes menyelamatkan tidak hanya manajer Ruben Amorim tetapi juga Red Devils. Dalam duel melawan tim promosi Burnley di Stadion Old Trafford, Sabtu, 30 Agustus 2025 malam  WIB, penalti Fernandes di menit terakhir membawa MU menang 3-2.

MU akhirnya meraih tiga poin pertama. Kemenangan yang sangat berarti karena bisa mendongkrak posisi MU di klasemen sementara. Lebih dari itu, kemenangan tersebut menyelamatkan Amorim dari ancaman pemecatan.

Ya, Amorim terancam didepak lebih cepat setelah MU menuai hasil buruk. Bagaimana tidak pada laga perdana liga yang juga digelar di kandang sendiri, Harry Maguire dkk malah kalah 1-0 lawan tim elite Arsenal,

Kekalahan yang membuat kinerja Amorim mulai dipertanyakan. Apalagi, Red Devils kemudian hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fulham. Puncaknya, MU dipermalukan tim dari divisi empat atau League Two, Grimsby Town, 12-11 lewat drama penalti.

Hasil buruk itu menjadikan Amorim dalam ancaman pemecatan. Bahkan sudah beredar para kandidat yang bakal menggantikan eks pelatih Sporting Lisbon ini, di antaranya Gareth Southgate yang menjadi favorit kuat mengarsiteki MU. Selain itu ada Oliver Glasner (Crystal Palace), Michael Carrick hingga Zinedine Zidane.

Laga melawan Burnley menjadi penentuan bagi Amorim. Bila sampai kehilangan poin, nasib Amorim kian terancam. Bahkan Amorim sudah mulai waswas karena saat memasuki injury time, laga masih imbang 2-2.

Sampai akhirnya 'Amorim time' kembali terulang. Seperti era manajer legendaris Sir Alex Ferguson yang ngetop dengan istilah 'Fergie Time' saat MU mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit terakhir, kini pasukan Amorim melakukan hal sama. Ya, Amorim Time di menit 90+7 saat Fernandes yang tetap mengambil penalti akhirnya menuntaskan eksekusinya.

Kemenangan 3-2 yang membawa MU langsung melesat ke peringkat sembilan dengan poin empat. MU mengungguli rival satu kota Manchester City yang baru mengantungi poin tiga dan menyamai poin Nottingham Forest. Hanya MU kalah selisih gol dengan Forest.

Sementara, Burnley tertahan di peringkat 11 dengan poin tiga. Mereka kalah selisih gol dengan Man City. Meski demikian posisi itu sudah menunjukkan pencapaian yang cukup bagus dari Kyle Walker dkk yng berstatus tim promosi.

Beban Harus Menang

Di laga itu, MU menanggung beban mental harus menang sehingga tak bisa bermain lepas. Akibatnya, mereka mengalami kesulitan menembus pertahanan Burnley.

MU sesungguhnya berpeluang unggul dari titik penalti saat Walker melakukan pelanggaran terhadap Mason Mount di area terlarang di menit 17. Hanya saja setelah meninjau insiden itu lewat VAR, wasit membatalkan keputusan penalti MU.

Meski gagal mendapat penalti, namun MU tak menyerah dan tetap bermain ofensif. Tuan rumah pun tak butuh lama untuk memetik keunggulan setelah gelandang Josh Cullen membuat gol bunuh diri di menit 27. Keunggulan 1-0 MU bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Burnley berhasil bangkit. Pasukan Scott Parker mulai mengimbangi permainan MU an tak lama kemudian menyamakan skor. Gol Burnley dihasilkan Lyle Foster yang menyelesaikan assist Jacob Bruun Larsen.

Dalam posisi imbang 1-1, MU langsung tancap gas. Tak butuh waktu lama atau tepatnya dua menit berselang, juara Liga Champions tiga kali ini kembali unggul. Kali in, Bryan Mbeumo yang membobol gawang Burnley. Ini menjadi gol pertama Mbeumo di kompetisi Liga Premier sejak bergabung dengan MU.

Hanya saja, MU tak bisa mempertahankan keunggulan itu. Di menit 68, pemain sayap Jaidon Anthony berhasil menaklukkan kiper Altay Bayindir yang memaksa Andre Onana duduk di bangku cadangan. Gol Anthony tercipta di menit 57.

Skor berubah menjadi 2-2 dan upaya MU menekan pertahanan Burnley tak membuat mereka menambah gol. Saat memasuki injury time, Amorim sudah mulai waswas timnya bakal kehilangan poin dan tak mampu meraih kemenangan pertama.

Namun penantian gol kemenangan di menit terakhir datang juga. Gara-garanya, Anthony yang menyelamatkan Burnley kini berubah menjadi pecundang setelah melakukan pelanggaran terhadap Amad Diallo di menit 90+7. Ironis saat pertandingan tinggal hitungan detik untuk bubar, dia malah menarik jersei Diallo.

Wasit sempat meninjau insiden itu lewat VAR. Hasilnya itu sebuah pelanggaran dan wasit menunjuk titik putih.

Fernandes nyaris gagal lagi karena kiper Martin Dubravka bisa membaca arah bola Fernandes. Hanya saja, bola tetap meluncur ke gawang sehingga terjadi gol. Skor 3-2 untuk MU dan bertahan hingga laga usai.