Bagikan:

JAKARTA - Striker Alexander Isak menuding Newcastle United telah ingkar janji. Isak juga menyatakan bila dirinya sudah lama menyampaikan ingin meninggalkan Newcastle.

Isak akhirnya buka suara setelah transfer dia mengalami saga. Sikap Isak yang membeberkan soal nasibnya di Newcastle tidak terlepas dari kekecewaan atas kegagalan pindah ke Liverpool.

Liverpool sendiri masih berharap bisa memboyong Isak. Hanya usaha juara bertahan Premier League Inggris ini selalu menemui kegagalan karena Newcastle menolak melepas striker andalannya.

Terakhir, Liverpool mengajukan harga 110 juta pounds atau sekira 2,3 triliun rupiah. Hanya, Newcastle langsung menolak tawaran itu. Penolakan itu sepertinya terkait dengan kegagalan Newcastle menggaet striker RB Leipzig Benjamin Sesko.

Newcastle berharap Sesko menggantikan Isak bila meninggalkan St James' Park. Hanya Sesko lebih memilih Manchester United ketimbang Newcastle.

Sikap penolakan Newcastle atas penawaran Liverpool menjadikan nasib Isak terkatung-katung. Transfer penyerang timnas Swedia ini menjadi saga. Di sisi lain, Isak juga sudah menolak latihan dan tidak masuk tim saat melakoni tur pramusim di Asia.

Tak berhenti di situ, atas sikap penolakannya, Isak pun dicoret dari skuad saat Newcastle melakoni laga perdana di Premier League Inggris melawan Aston Villa.

Hanya, tanpa penyerang berusia 25 itu, the Magpies tak mampu brbuat apa-apa. Menghadapi lawan yang bermain dengan 10 pemain sejak menit 66, tim asuhan Eddie Howe tak mampu mencetak gol dan akhirnya bermain imbang 0-0.

Setelah transfernya tidak mendapat kepastian dan terancam gagal ke Liverpool, Isak akhirnya buka suara. Lewat akun Instagram, dia membeberkan bila klub telah ingkar janji.

Menurut Isak, dirinya dijanjikan mendapat kenaikan gaji oleh pemilik lama, pasangan suami istri Amanda Staveley dan Mehrdad Ghodoussi. Namun janji itu tak kunjung ditepati sampai akhirnya mereka hengkang dari Newcastle dan terjadi pergantian pemilik.

Isak memang berharap mendapat kenaikan gaji setelah memberi kontribusi bagi tim. Apalagi sejak direkrut dari Real Sociedad pada 2022, Newcastle tak pernah memperbarui kontrak Isak sekaligus memberikan kenaikan gaji.

Saat ini,  Isak menerima gaji 130 ribu pounds setiap pekan. Ini menjadikan dirinya sebagai salah satu pemain dengan gaji tertinggi di klub.  

Hanya saja harapan Isak soal kontrak dan gaji baru tak kunjung terwujud. Direktur Olahraga Newcastle Paul Mitchell selalu saja menunda negosiasi perpanjangan kontrak Isak.

Saat Mitchell turut pergi dari Newcastle, klub sesungguhnya berencana melanjutkan negosiasi dan bakal menaikkan gaji Isak menjadi 150 ribu pounds setiap pekan. Besaran gaji itu bakal menjadikan Isak sebagai pemain dengan bayaran paling tinggi di klub 

Hanya, tawaran itu sudah ditepis Isak karena hubungan klub dan pemain sudah retak. Menurut informasi, Isak telanjur tak percaya dengan seribu janji dari The Toon Army.

"Saat janji diingkari dan kepercayaan sudah tidak ada lagi, maka hubungan itu tak bisa berlanjut," kata Isak seperti dikutip The Sun.

"Siapa pun tentu ingin perubahan, tidak hanya saya," ujar dia saat memberi alasan untuk pergi dari Newcastle.

Sebelumnya, Isak tak pernah buka suara soal situasi yang terjadi. Termasuk saat dia pernah menyatakan keinginan meninggalkan Newcastle.

"Saya memang tak ingin bicara soal ini. Saat yang lain bersuara, saya memilih diam. Sikap saya akhirnya membuat orang punya opini masing-masing meski mereka sesungguhnya tidak tahu apa yang terjadi," kata Isak.

"Yang sesungguhnya terjadi. bahwa ada yang memberikan janji kepada saya. Dan klub tahu di mana posisi saya. Namun banyak di antara mereka yang kemudian mengeluarkan pernyataan tentang apa yang terjadi. Padahal mereka tidak tahu situasinya dan pada akhirnya menimbulkan salah pengertian saja," ujarnya.

Isak pun menjadi sorotan sehingga dirinya menolak hadir pada penghargaan pemain terbaik Premier League versi pemain profesional. Isak sendiri terpilih untuk kategori PFA Premier League Team musim 2024/2025.

"Pertama-tama dan yang terutama, saya mengucapkan terima kepada rekan tim dan semua yang ada di Newcastle karena mereka mendukung saya sepenuhnya," ucap Isak saat menanggapi penghargaan masuk tim terbaik Premier League.

"Tetapi saya tidak bisa datang. Dengan situasi yang terjadi, lebih baik saya tidak berada di sana [pemberian penghargaan]," kata Isak.