JAKARTA - Tosin Adarabioyo membela rekan setimnya di Chelsea, Cole Palmer, di tengah kritik atas penampilannya. Dia mendukung "bintang cilik" itu untuk berkembang di Piala Dunia Antarklub 2025.
Chelsea berangkat dari tempat latihan mereka di Miami pada Jumat, 27 Juni 2025, waktu lokal, menjelang pertandingan babak 16 besar melawan Benfica di Charlotte pada Minggu, 29 Juni 2025, dini hari WIB, setelah finis di posisi kedua Grup D.
Palmer adalah pemain pengganti yang tidak dimainkan dalam kemenangan 3-0 atas Esperance de Tunis pada Rabu, 25 Juni 2025 WIB. Sejauh ini, ia kesulitan untuk menampilkan permainan terbaiknya setelah mengalami penurunan performa selama paruh kedua musim 2024/2025.
Meskipun pemain berusia 23 tahun itu mencatatkan 20 keterlibatan dalam 21 pertandingan Liga Inggris, hanya empat gol yang tercipta dalam 17 pertandingan terakhir.
Namun, hal itu tidak menghentikan penyelenggara turnamen untuk menjadikan Palmer sebagai salah satu ikon Piala Dunia Antarklub 2025.
BACA JUGA:
Wajahnya terpampang di spanduk-spanduk di Philadelphia tempat Chelsea memainkan dua pertandingan terakhir mereka pada fase grup.
"Saya sudah mengenal Cole sejak dia masih kecil. Jadi, melihatnya di spanduk besar itu membuat saya sangat, sangat bangga."
"Saya pikir orang-orang lupa bahwa dia masih berusia 22, 23 tahun. Dia adalah salah satu wajah turnamen ini."
"Jelas hidupnya telah berubah dalam dua tahun terakhir. Saya bercanda dengannya beberapa kali dan mengatakan kepadanya bahwa dia adalah bintang cilik."
"Namun, ya, dia menanganinya dengan sangat baik. Dia tahu fokusnya sangat cemerlang pada sepak bola. Dia suka bermain sepak bola dan itulah Cole Palmer untuk Anda."
"Anda mengatakan dia menerima banyak pengawasan. Saya tidak berpikir Cole benar-benar memerhatikan itu."
"Kami sebagai rekan satu tim tidak benar-benar memerhatikan itu. Dia tampil di level yang sangat tinggi setiap kali dia melangkah di lapangan."
"Jadi, tugas kami bukan hanya membantu Cole Palmer, tetapi setiap pemain di lapangan tampil sebaik mungkin," kata Tosin.
Tosin, pemain 27 tahun, adalah salah satu anggota senior dalam skuad yang pernah berada di tim muda Manchester City--sama seperti Palmer dan Liam Delap-sebelum menghabiskan empat tahun di Fulham dan pindah ke Stamford Bridge musim panas lalu.
"Saya pikir di mana pun saya berada, saya selalu menjadi salah satu pemimpin dalam tim, setiap tim yang pernah saya bela."
"Namun, menjadi salah satu yang tertua adalah perasaan yang berbeda. Hal itu adalah sesuatu yang saya hadapi."
"Saya telah mengalami lebih banyak hal daripada hampir seluruh skuad. Jelas ada pemain yang telah mengalami lebih banyak hal daripada saya. Enzo (Fernandez) menjadi pemenang Piala Dunia (bersama Argentina pada 2022)."
"Cole, menjadi pemenang tiga gelar (bersama Manchester City pada 2022-2023). Namun, dengan cara apa pun yang saya bisa, saya mencoba membantu para pemain," tutur Tosin.