Bagikan:

JAKARTA - Manajer Tim Nasional (Timnas) Inggris, Thomas Tuchel, mengatakan bahwa ia memahami kritik terhadap Jude Bellingham.

Emosi sang gelandang meluap selama kekalahan mengejutkan dari Senegal pada Rabu, 11 Juni 2025, dini hari WIB.

Bellingham berdebat dengan wasit dengan berapi-api mengenai gol penyeimbangnya yang dianulir karena handball. Padahal, seharusnya gol itu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Tanpa gol itu, Inggris kalah 1-3 di City Ground, kekalahan pertama mereka melawan negara Afrika.

Dalam sebuah wawancara dengan TalkSport pada Rabu, 11 Juni 2025, Tuchel membela Bellingham, tetapi mengatakan bahwa ia dapat melihat mengapa beberapa suporter menentangnya.

"Saya pikir ia memiliki sesuatu yang pasti. Saya pikir dia membawa semangat, yang kami sambut baik dan dibutuhkan jika kami ingin meraih hal-hal besar."

"Semangat itu perlu disalurkan. Semangat itu perlu disalurkan kepada lawan, kepada tujuan kami, bukan untuk mengintimidasi rekan setim, atau bersikap terlalu agresif kepada rekan setim atau wasit."

"Namun, (penyaluran semangat itu) kepada lawan, ya, selalu kepada solusi, artinya kepada kemenangan. Kami sedang dalam hal itu, ya. Dia punya semangat."

"Saya tidak ingin meredupkannya. Dia harus bermain dengan semangat seperti ini, itulah kekuatannya. Namun, semangat itu juga disertai dengan beberapa atribut yang dapat mengintimidasi Anda, bahkan mungkin sebagai rekan setim."

"Anda terkadang melihat ledakan amarah terhadap wasit. Dalam permainannya, jika dia dapat menyalurkannya dengan cara yang benar, kami dapat membantunya dalam hal ini. Pasti dia memiliki sesuatu yang kami butuhkan. Ia memiliki keunggulan tertentu yang sulit ditemukan," tutur Tuchel.

Bellingham telah memberikan beberapa momen ajaib bagi Inggris dalam karier internasionalnya yang masih muda--khususnya mencetak tendangan salto melawan Slovakia untuk menyelamatkan Three Lions dari kekalahan di babak 16 besar Euro 2024.

Tuchel pun lebih lanjut mengatakan kejujurannya bahwa Inggris akan kesulitan jika tanpa Bellingham.

"Saya kesulitan melihatnya. Saya pikir seharusnya sebaliknya, bagaimana kami bisa memiliki versi terbaiknya dan penerimaan terbaik."

"Orang-orang mengerti apa yang ia bawa kepada kami, bahwa ia membawa keunggulan tertentu. Namun, saya melihat bahwa hal itu dapat menimbulkan emosi yang campur aduk."

"Saya melihat ini dengan orang tua saya, dengan ibu saya bahwa ia terkadang tidak dapat melihat pria yang baik dan terpelajar serta berperilaku baik, seperti yang saya lihat dan senyumannya."

"Jika ia tersenyum, ia memenangi hati semua orang, tetapi terkadang Anda melihat kemarahan, rasa lapar, dan api. Itu muncul dengan cara yang bisa sedikit menjijikkan."

"Misalnya, ketika ibu saya duduk di depan TV, saya melihatnya, tetapi secara umum kami sangat senang memilikinya, dia orang yang istimewa," ujar pelatih asal Jerman itu.

Sementara itu, Tuchel mengisyaratkan bahwa dia tergoda untuk mencari perpanjangan kontrak sebagai Manajer Inggris setelah Piala Dunia 2026 hingga Euro 2028. Ia tak mengindahkan kritik yang datang setelah penampilan buruk baru-baru ini.

"Saya akan selalu tergoda untuk bertahan karena saya mencintai tim dan kesempatannya, menjadi pelatih Inggris merupakan suatu kehormatan."

"Saya dapat memberi tahu Anda itu bahkan setelah kekecewaan kemarin. Jika Anda bertanya kepada saya hari ini, ya. Saya menikmatinya, saya merasakan dukungan, kepercayaan, dan rasa hormat dari orang-orang di FA. Saya menginginkan tantangan dan lingkungan baru," tuturnya.

Inggris mengalahkan Andora dengan skor tipis 1-0 pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, Sabtu, 7 Juni 2025. Hanya saja, mereka takuk dari Senegal di laga uji coba.

Perjalanan berikutnya Three Lions di Kualifikasi Piala Dunia 2026 bakal dihelat pada September 2025 dengan menjamu Andora dan Serbia.

Saat ini, Inggris masih memimpin klasemen Grup K Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan sembilan poin dari tiga laga yang sudah dijalani.