Bagikan:

JAKARTA – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menerima dengan lapang dada kekalahan timnya dari Crystal Palace pada partai final Piala FA 2025. City takluk dengan skor tipis 0-1 di Stadion Wembley, London, Sabtu 18 Mei malam waktu setempat.

Dikutip dari ANTARA, Minggu 19 Mei, Guardiola mengucapkan selamat kepada Palace dan mengakui bahwa timnya tampil dominan, namun gagal memanfaatkan peluang.

“Mereka sulit dikendalikan saat lemparan ke dalam, sepak pojok, dan tendangan bebas. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak mencetak gol, itulah sebabnya kami kalah,” ujar pelatih asal Spanyol itu.

Guardiola membandingkan performa anak asuhnya dengan laga sebelumnya di Liga Inggris melawan Southampton yang berakhir mengecewakan. Ia menilai permainan City di final Piala FA lebih aktif dan jauh lebih baik, meski hasilnya tetap tidak memuaskan.

Pertandingan ini turut diwarnai kontroversi, termasuk keputusan wasit yang tidak memberi kartu merah kepada kiper Palace, Dean Henderson, meski terlihat menyentuh bola di luar kotak penalti. Namun Guardiola enggan memperpanjang polemik dan lebih memilih fokus pada evaluasi timnya sendiri.

“Rencana permainan kami tidak berjalan karena kami tidak menang, tapi saya tidak menyesal. Hari ini kami sedih karena ini final Piala FA, tapi itu adalah hari yang indah—dengan nyanyian dan dukungan suporter,” ucapnya.

Guardiola juga menilai Crystal Palace tampil lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya yang dimenangkan City 5-2, bahkan lebih baik dari Manchester United yang mengalahkan City di final musim lalu.

Kini Guardiola memilih mengalihkan fokus ke dua laga terakhir di Liga Inggris. Ia menegaskan pentingnya kemenangan demi mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

“Kami harus segera bangkit dan memulihkan diri untuk dua pertandingan tersisa. Kami harus memastikan lolos ke Liga Champions,” tutupnya.