JAKARTA - Mykolas Alekna, atlet muda asal Lithuania, menorehkan sejarah baru di dunia atletik dengan memecahkan rekor dunia lempar cakram dan menjadi manusia pertama yang berhasil melewati batas 75 meter. Prestasi luar biasa ini ia raih dalam ajang World Athletics Continental Tour Bronze di Ramona, Oklahoma, pada hari Minggu 13 April.
Alekna, yang baru berusia 22 tahun, mencatatkan lemparan sejauh 75,56 meter, memecahkan rekor dunia miliknya sendiri yang sebelumnya ia cetak di tempat yang sama tahun lalu dengan jarak 74,35 meter. Lemparan fenomenal ini bukan hanya sekadar pemecahan rekor, tapi juga menjadikan Alekna sebagai atlet pertama dalam sejarah yang mampu melampaui angka 75 meter di nomor lempar cakram.
Kompetisi di Ramona memang dikenal sebagai tempat favorit bagi para pelempar elite, terutama karena kondisi angin yang sering kali mendukung dan fasilitas yang sangat ideal. Dalam lomba tersebut, Alekna langsung menggebrak sejak awal dengan lemparan pembuka sejauh 74,89 meter—yang saat itu langsung mencetak rekor dunia. Namun, di ronde keempat, ia melampaui pencapaian itu dengan lemparan sejauh 75,56 meter, mempertegas dominasinya di nomor ini.
Tidak hanya Alekna yang tampil gemilang. Atlet Australia, Matt Denny, juga mencuri perhatian dengan lemparan sejauh 74,78 meter, yang sebenarnya sudah cukup untuk memecahkan rekor dunia sebelumnya (74,35 meter), namun masih berada di bawah dua lemparan terbaik Alekna di kompetisi tersebut.
Alekna, peraih medali perak Olimpiade 2024, kini semakin memperkuat statusnya sebagai bintang baru lempar cakram dunia. Dengan usia yang masih sangat muda, banyak pihak meyakini bahwa ia masih memiliki ruang besar untuk berkembang dan mencetak lebih banyak sejarah di masa depan.
Putra dari legenda lempar cakram Virgilijus Alekna ini pertama kali memecahkan rekor dunia pada 14 April 2024 dengan lemparan sejauh 74,35 meter, mematahkan rekor sebelumnya yang telah bertahan selama beberapa dekade. Prestasi ini sekaligus menjadikan dirinya pemegang rekor Eropa dan dunia pada saat itu.
BACA JUGA:
Dengan usia yang baru menginjak 22 tahun, Alekna telah menunjukkan dominasi luar biasa di cabang olahraga ini dan diperkirakan akan menjadi ikon lempar cakram dunia dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini bukan hanya soal kekuatan, tapi juga teknik dan konsistensi. Saya bangga bisa membawa nama Lithuania dan keluarga saya lebih tinggi lagi di dunia atletik,” ujar Alekna seusai pertandingan.
Prestasi Alekna ini juga memperkuat posisinya sebagai pemimpin dunia (world leading) tahun 2025, sekaligus memperbarui rekor kawasan Eropa sebanyak tiga kali berturut-turut.
Sementara itu, rekor dunia sebelumnya yang telah bertahan sejak era Jürgen Schult (74,08 m pada 1986) akhirnya benar-benar tergeser oleh generasi baru, membuka babak baru dalam sejarah lempar cakram internasional.