Bagikan:

JAKARTA - Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, tercatat menjadi pelatih yang paling banyak menerima kartu kuning sepanjang pergelaran Liga 1 2024/2025. Hingga pekan ke-22, pelatih asal Irlandia itu tercatat sudah mendapat empat kartu kuning.

Pada laga terakhir yang dilakoni Bajul Ijo, Sabtu, 7 Februari 2025, saat melawan Persis Solo, Munster juga diganjar kartu kuning. Sebelumnya, saat melawan PSS Sleman dan Madura United ia juga diganjar kartu kuning.

Kebanyakan kartu kuning yang didapat Munster karena protes yang dilakukannya kepada wasit. Berdasarkan regulasi, pelatih yang menerima dua kartu kuning beruntun akan mendapat larangan menemani timnya pada laga berikutnya.

Kartu kuning kontra Persis Solo pun membuat Munster akan absen kali kedua, tepatnya saat Persebaya menjamu PSBS Biak pada pekan ke-23, 15 Februari 2025.

Situasi ini jelas tak mudah bagi Persebaya. Apalagi jelang melawan PSBS Biak juga ada dua pemain asing yang harus absen, yaitu Mohammed Rashid dan Gilson Costa.

Rashid sudah empat kali mendapat kartu kuning. Artinya, ia akan absen satu kali karena akumulasi kartu. Di sisi lain, Gilson terkena kartu merah saat melawan Persis dan harus absen satu kali.

Keadaan Bajul Ijo semakin pelik karena di enam laga terakhir mereka tak sekalipun bisa memetik kemenangan. Kali terakhir mereka memetik tiga poin ialah saat menundukkan Borneo FC 2-1 pada pekan ke-16, 20 Januari 2025.

"Kami harus fokus, kami harus bersatu. Ini adalah ujian karakter. Kami melakukannya dengan sangat baik. Kami kebobolan, para pemain berusaha dan berjuang," ujar Munster soal keadaan timnya dikutip dari laman resmi, Selasa, 11 Februari 2025.

"Kami harus terus maju, kami akan bersatu untuk pertandingan berikutnya. Semoga para pemain pulih dari cedera," tutur pelatih berusia 42 tahun tersebut.