JAKARTA - Manchester United akan menjamu Leicester City di Old Trafford dalam pertandingan putaran keempat Piala FA pada Jumat malam, 7 Februari. Laga ini menjadi ujian berat bagi Ruben Amorim, yang harus memperbaiki rekor buruk timnya di kandang sendiri setelah mencatatkan performa terburuk dalam 131 tahun terakhir.
Kekalahan 0-2 dari Crystal Palace di Old Trafford akhir pekan lalu menambah catatan buruk Manchester United, yang kini mengalami performa kandang terburuk sejak abad ke-19. Meskipun Amorim telah membawa United meraih kemenangan besar di markas Manchester City dan Arsenal pada putaran sebelumnya, The Red Devils justru kesulitan menghadapi tim seperti Nottingham Forest, Bournemouth, Newcastle United, Brighton & Hove Albion, dan Crystal Palace, yang semuanya sukses menang di Theatre of Dreams.
Manchester United masih tertahan di papan bawah klasemen Premier League, menempati peringkat ke-13 dengan hanya berjarak tiga poin dari Everton yang berada di peringkat ke-16. Dengan situasi ini, satu-satunya cara bagi mereka untuk kembali ke kompetisi Eropa kemungkinan besar hanya melalui jalur Piala FA dan Liga Europa.
Namun, laga ini bisa menjadi peluang emas bagi United. Mereka memiliki rekor impresif di Piala FA ketika bermain di kandang, dengan tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir di Old Trafford dalam waktu normal, memenangkan 16 di antaranya. Arsenal adalah tim terakhir yang sukses mengalahkan mereka di Old Trafford dalam kompetisi ini pada musim 2014-15.
Leicester City sendiri menjadi lawan yang cukup familiar bagi United musim ini. Mereka telah bertemu dua kali sebelumnya, dengan Manchester United meraih kemenangan telak 5-2 dan 3-0 di Piala EFL dan Premier League. Yang menarik, pelatih Leicester saat ini, Ruud van Nistelrooy, adalah orang yang bertanggung jawab atas dua kemenangan tersebut ketika ia masih menjabat sebagai pelatih interim Manchester United sebelum mengambil alih Leicester.
Hal ini membuka peluang bagi Manchester United untuk mencatat sejarah baru, yaitu mengalahkan satu tim yang sama sebanyak tiga kali dalam satu musim di Old Trafford untuk pertama kalinya. Namun, Leicester memiliki kenangan manis di Piala FA melawan United, karena mereka mengalahkan The Red Devils di perempat final musim 2020-21 dalam perjalanan mereka menuju gelar juara.
Musim lalu, Leicester tersingkir di babak perempat final sebagai tim Championship setelah dikalahkan Chelsea. Namun, performa mereka musim ini jauh lebih buruk dibandingkan musim lalu. The Foxes saat ini sedang mengalami krisis, dengan hanya satu kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir mereka di Premier League.
Kekalahan telak 0-4 dari Everton di Goodison Park pekan lalu semakin memperburuk situasi mereka. Hasil tersebut juga membuat Everton menjauh sembilan poin dari Leicester dalam perburuan zona aman. Dengan Wolverhampton Wanderers juga menang atas Aston Villa, Leicester kini kembali masuk ke zona degradasi.
Kondisi ini membuat tugas Van Nistelrooy semakin sulit, terutama karena tidak ada tambahan pemain signifikan yang didatangkan di bursa transfer Januari lalu.
Manchester United kehilangan Marcus Rashford, yang hengkang di akhir jendela transfer Januari. Alejandro Garnacho tetap bertahan, tetapi Amorim tidak mendapatkan striker baru, meskipun ia sempat bereksperimen dengan memainkan Kobbie Mainoo sebagai false nine dalam pertandingan sebelumnya.
Di lini belakang, United mendapat pukulan telak setelah Lisandro Martinez mengalami cedera ACL saat melawan Crystal Palace, yang membuatnya harus mengakhiri musim lebih cepat. Selain itu, Luke Shaw, Jonny Evans, dan Mason Mount juga masih absen karena cedera. Tyrell Malacia pun telah dipinjamkan ke PSV Eindhoven.
BACA JUGA:
Namun, ada kabar baik bagi United dengan kedatangan Patrick Dorgu, yang kemungkinan akan melakukan debutnya di laga ini. Selain itu, Altay Bayindir diperkirakan akan menggantikan Andre Onana di bawah mistar setelah tampil impresif dalam kemenangan melawan Arsenal di putaran ketiga.
Sementara itu, di kubu Leicester City, kiper Mads Hermansen baru saja kembali dari cedera panjang pekan lalu. Namun, ia belum tampil di kompetisi piala musim ini, sehingga Jakub Stolarczyk berpeluang tampil sebagai starter.
Wilfred Ndidi semakin dekat untuk kembali bermain setelah mengalami cedera paha, tetapi Ricardo Pereira dan Abdul Fatawu masih absen dalam jangka panjang. Dengan buruknya performa Leicester di Goodison Park, Van Nistelrooy mungkin akan membuat perubahan besar, termasuk menurunkan Facundo Buonanotte dan Stephy Mavididi di sektor sayap serta mencadangkan Jannik Vestergaard di lini belakang.
Manchester United memiliki catatan yang jauh lebih baik dibandingkan Leicester dalam pertemuan sebelumnya musim ini. Ditambah dengan tekanan untuk memperbaiki rekor buruk di Old Trafford, Amorim diprediksi akan menurunkan tim terbaiknya untuk memastikan kemenangan.
Di sisi lain, Leicester dalam kondisi sulit dan sedang berjuang keluar dari zona degradasi, yang bisa membuat mereka lebih fokus ke Premier League ketimbang Piala FA. Dengan berbagai masalah yang mereka hadapi, sulit melihat Leicester memberikan kejutan di laga ini.
Perkiraan Susunan Pemain
Manchester United:
Bayindir; Mazraoui, Maguire, De Ligt; Dalot, Ugarte, Mainoo, Dorgu; Amad, Hojlund, Fernandes
Leicester City:
Stolarczyk; Coulibaly, Coady, Okoli, Kristiansen; Soumare, Skipp; Buonanotte, El Khannouss, Mavididi; Daka
Prediksi skor: Manchester United 3-1 Leicester City