Bagikan:

JAKARTA - Phil Collins mengungkap pengalaman kelam yang hampir merenggut nyawanya pada pertengahan 2024. Eks vokalis sekaligus drumer Genesis itu mengaku sempat berada dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif (ICU) akibat komplikasi kesehatan serius yang dipicu kecanduan alkohol.

Musisi 75 tahun itu membeberkan bahwa krisis kesehatannya bermula ketika dirinya harus menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Swiss pada akhir 2023 untuk mengatasi kecanduan alkohol.

Meski sempat diperbolehkan pulang, kondisi fisiknya kembali memburuk secara drastis dalam waktu singkat, sehingga ia harus dilarikan kembali ke rumah sakit dan langsung ditempatkan di ruang ICU.

Selama masa perawatan kedua tersebut, Collins berada dalam kondisi tidak sadarkan diri ketika fungsi organ-organ vital di tubuhnya mulai mengalami kegagalan. Situasi tersebut bahkan membuat pihak keluarga dan kerabat terdekat berdatangan ke rumah sakit untuk menyampaikan salam perpisahan terakhir.

"Ginjal saya mulai berhenti berfungsi, organ-organ tubuh saya benar-benar tidak bekerja. Orang-orang datang hanya untuk mengucapkan selamat tinggal,” kata Collins dalam wawancara terbaru dengan The Times of London.

“Namun, saya tidak mengingat kedatangan mereka sama sekali. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka semua khawatir tidak akan melihat saya lagi. Segalanya bisa saja berakhir sangat buruk," sambungnya.

Kondisi medis yang sangat mengkhawatirkan itu membuat kelima anak Collins bergegas mendampingi sang ayah di rumah sakit. Pihak keluarga bahkan sempat dihadapkan pada keputusan medis yang sangat berat terkait keberlanjutan hidup musisi yang dinobatkan dalam Rock n’ Roll Hall of Fame itu.

"Saat itu, ada beberapa keputusan sulit yang harus diambil, seperti 'Apakah kita akan tetap mempertahankan Phil dengan alat penyokong hidup (life support)?' atau hal semacam itu," tuturnya.

Beruntung, masa-masa kritis berhasil dilalui pelantun “In the Air Tonight” itu. Collins menyebut keselamatan dirinya sebagai keberuntungan besar yang mengubah cara pandangnya terhadap hidup, terutama terkait kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

"Saya sangat beruntung bisa selamat dari situasi tersebut. Tidak perlu ditanyakan lagi, sejak saat itu saya tidak pernah menyentuh minuman beralkohol lagi," ujar Collins.

Perjuangan kesehatan Collins sebenarnya bukan hal baru. Musisi yang telah meraih berbagai penghargaan Grammy itu dikenal selalu terbuka mengenai riwayat medisnya.

Pada awal 2026, dalam wawancaranya dengan BBC Two, ia mengungkap telah menjalani lima kali operasi lutut untuk memperbaiki mobilitas fisiknya akibat masalah saraf dan sendi yang memburuk selama bertahun-tahun menjalani tur dunia.

Meski sempat melewati fase yang mengancam nyawa, kondisi kesehatan Collins kini berangsur membaik secara signifikan. Saat berbicara kepada BBC Breakfast baru-baru ini, ia menegaskan bahwa kondisinya jauh lebih prima dibandingkan beberapa tahun terakhir.

"Saya merasa lebih sehat sekarang dibandingkan kondisi saya selama beberapa waktu belakangan ini. Saya mempertimbangkannya (kembali bermusik), ya. Saya terus berbisik pada diri sendiri bahwa saya harus segera kembali ke studio rekaman di rumah," pungkasnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+