JAKARTA - Charlotte Emma Aitchison yang lebih dikenal dengan nama Charli XCX mengumumkan arah musik baru yang kontras dengan kesuksesan masif album “Brat”.
Setelah mendominasi kancah musik elektronik dan melahirkan fenomena “Brat summer” pada 2024, Charli menyatakan bahwa dirinya kini tengah menggarap album kedelapan yang kental dengan nuansa musik rock.
Keputusan ini diambil karena Charli merasa jenuh dengan atmosfer musik dansa yang telah membesarkan namanya. Ia secara blak-blakan menyebut era lantai dansa telah berakhir baginya, dan merasa perlu mencari tantangan baru agar tidak terjebak dalam bayang-bayang kesuksesannya sendiri di masa lalu.
"Saya rasa lantai dansa sudah mati, jadi sekarang kita membuat musik rock," kata Charli dalam wawancara terbaru dengan majalah Vogue.
Penyanyi 33 tahun itu juga menekankan dirinya sangat menghindari pembuatan proyek yang hanya sekadar menjadi “Brat 2.0”. Baginya, mengulang formula yang sama hanya akan mematikan kreativitas yang telah dibangun selama hampir dua dekade berkarier di industri musik.
Adapun proses kreatif album terbaru dilakukan di Paris.Charli mengatakan, atmosfer ibukota Prancis itu sangat mendukung visi artistiknya yang kini lebih mengarah pada permainan riff gitar elektrik yang intens.
Meski sebelumnya ia pernah menyebut album punk-pop miliknya, “Sucker” (2014), sebagai karya yang terasa palsu, kali ini Charli merasa transisi ke musik rock adalah langkah yang jujur dan organik untuk mengeksplorasi batasan kemampuannya.
BACA JUGA:
"Saya sudah membuat musik sejak usia 14 tahun. Ini sudah hampir 20 tahun. Saya merasa sangat manja mengatakan ini, tetapi tidak banyak lagi hal dalam musik yang bisa membuat saya merasa bersemangat,” tutur Charli.
“Bagi saya, menyenangkan untuk membalikkan bentuk (musik). Kami tahu akan ada orang yang terganggu dengan hal itu, tapi itu tidak masalah," imbuhnya.
Selain pengaruh rock, Charli juga membocorkan bahwa album mendatang akan banyak mengeksplorasi strings. Para produser seperti A.G. Cook, Finn Keane, dan George Daniel, bahkan menyebut proyek terbaru ini sebagai antitesis dari album sebelumnya atau “anti-Brat”.
Fokus utamanya kali ini bukan lagi tentang pesta pora, melainkan tentang bagaimana seni memberikan tujuan hidup yang lebih dalam dan tenang secara internal.
Meski belum ada tanggal rilis resmi, perwakilan manajemen mengonfirmasi pengerjaan album sudah hampir rampung.